Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : DPR Minta Kemendikdasmen Tegur Sekolah Tak PJJ Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau
Advertisement . Scroll to see content

Penutupan 4 Bandara Diperpanjang hingga Tengah Malam Buntut Abu Vulkanik Anak Krakatau 

Senin, 07 September 2026 - 18:53:00 WIB
Penutupan 4 Bandara Diperpanjang hingga Tengah Malam Buntut Abu Vulkanik Anak Krakatau 
Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten (dok. Bandara Soetta)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) memperpanjang penutupan empat bandara yang terdampak aktivitas erupsiGunung Anak Krakatau hingga pukul 23.59 WIB mendatang. 

Keempat bandara yang ditutup hingga tengah malam di antaranya, Bandara Soekarno-Hatta (CGK) di Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma (HLP) di Jakarta, Bandara Radin Inten II (TKG) di Lampung, serta Bandara Husein Sastranegara (BDO) di Bandung.

"Sehubungan dengan meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau beberapa bandara PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) mengalami penghentian operasional penerbangan," tulis pengumuman resmi InJourney melalui Instagram resminya, Senin (7/9/2026).

InJourney Airports menegaskan komitmennya untuk mengedepankan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan seluruh penumpang selama masa darurat ini. 

Calon penumpang yang terdampak imbau untuk terus memantau status jadwal penerbangan secara berkala melalui maskapai masing-masing, atau menghubungi layanan Contact Center InJourney Airports di nomor 172 untuk memperoleh informasi dan bantuan lebih lanjut.

Sebelumnya, AirNav Indonesia juga mengeluarkan pernyataan resmi melalui penerbitan pembaruan Notice to Airmen (NOTAM) A3387/26 (NOTAMR A3373/26). Disebutkan bahwa Bandara Internasional Soekarno-Hatta masih berstatus closed akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Penutupan berlaku mulai pukul 17.33 WIB, dengan estimasi dibuka kembali pada pukul 23.59 WIB, 7 September 2026.

EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia, Hermana Soegijantoro menjelaskan, penyesuaian periode penutupan tersebut merupakan langkah mitigasi untuk mendukung keselamatan penerbangan dengan mempertimbangkan kondisi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

"AirNav Indonesia terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi ruang udara dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Informasi aeronautika akan terus diperbarui sesuai perkembangan kondisi aktual dan informasi keselamatan penerbangan," ucap Hermana dalam keterangan tertulis. 

AirNav Indonesia terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan penerbangan untuk memastikan informasi mengenai kondisi ruang udara dan pelayanan navigasi penerbangan tersampaikan secara tepat waktu.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut