Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pemerintah Guyur Bansos Beras-Minyak Goreng ke 33 Juta Orang, Jaga Stabilitas Harga
Advertisement . Scroll to see content

Penyaluran Bansos Tidak Merata, Menko PMK Muhadjir Minta Kemensos Sempurnakan DTKS

Rabu, 18 Agustus 2021 - 08:06:00 WIB
Penyaluran Bansos Tidak Merata, Menko PMK Muhadjir Minta Kemensos Sempurnakan DTKS
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy (Foto : Antara)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Sosial (Kemensos) diminta segera menyempurnakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Penyempurnaan tersebut melalui pembaruan data lapangan.

Pernyataan itu disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyusul temuan penyaluran bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat belum sempurna saat sidak ke wilayah Klender, Jakarta Timur, Selasa (17/8/2021). 

Menurutnya, penyempurnaan DTKS harus benar-benar melihat realita di lapangan. Dia meyakini persoalan penyaluran bansos tidak merata bisa terselesaikan jika data sesuai dari lapangan.

"Data pokoknya harus terus disempurnakan, dicek di lapangan kayak apa sih sebetulnya realita di lapangan. Tidak cukup dengan angka kemudian main kuota, tempat ini dikasih sekian tanpa berangkat dari angka kemiskinan atau kenyataan di lapangan," ujarr Muhadjir dikutip dari laman resmi Kemenko PMK, Rabu (18/8/2021).

Kasus seperti ini, kata dia sangat sering ditemukan di daerah lain atau daerah kumuh yang merupakan kantong-kantong kemiskinan.

"Ini hampir terjadi di semua tempat slum daerah kumuh, bahwa di antara warga tadi ada yang dapat, ada yang tidak, ada yang sudah dapat Kartu Keluarga Sejahtera tapi gak dapet duitnya. Jadi ini masih macam-macam di lapangan," katanya.

Dia berharap kegiatan sidak yang dilakukan dapat menyerap persoalan yang terjadi di lapangan, terutama dalam penyaluran bansus.

"Mudah-mudahan dengan pemantauan kunjungan lapangan ini atau uji petik, dimana kita tidak mungkin seluruh Indonesia kita lakukan), tapi kita mencari enclave-enclave, kantong kemiskinan ekstrem dan kemudian kita akan cari jalan keluarnya," katanya.

Editor: Kurnia Illahi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut