Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Waspada! BMKG Prediksi Kemarau Tahun 2026 bakal Lebih Kering
Advertisement . Scroll to see content

Peralihan Cuaca, BMKG: Waspada Gelombang Tinggi 4-6 Meter 

Kamis, 23 September 2021 - 10:31:00 WIB
Peralihan Cuaca, BMKG: Waspada Gelombang Tinggi 4-6 Meter 
Ilustrasi, adan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi gelombang tinggi 4-6 meter saat peralihan cuaca. (Foto: iNews/Hana Purwadi).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi gelombang tinggi 4-6 meter saat peralihan cuaca. Sebelumnya, BMKG telah memprediksi wilayah Indonesia akan mengalami musim hujan lebih besar dari biasanya.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, wilayah yang akan mengalami musim hujan lebih besar, meliputi sebagian Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau bagian selatan, Jawa, Bali-Nusa Tenggara dan Kalimantan Utara.

Kemudian, Kalimantan Timur bagian barat hingga selatan, Sulawesi, Maluku Utara bagian barat, Pulau Seram bagian selatan, dan Papua bagian selatan.

“Pada musim peralihan, gelombang tinggi, badai, angin kencang, atau cuaca buruk dapat sewaktu-waktu terjadi. Ketinggian gelombang bisa mencapai kisaran 4 - 6 meter,” ujar Dwikorita di Jakarta, Kamis (23/9/2021).

Dia menuturkan, berdasarkan pemantauan parameter anomali iklim global oleh BMKG dan institusi-institusi internasional lainnya, terdapat indikasi ENSO Netral akan berkembang menjadi La Nina dengan kategori lemah hingga moderat menjelang akhir 2021 hingga awal 2022. 

“Puncak musim hujan periode 2021/2022 diprediksi terjadi pada Januari dan Februari 2022,” ucapnya.

Selain itu dia juga menjelaskan, Indian Ocean Dipole Mode (IOD) Netral diprediksi bertahan hingga Januari 2022. “Jika La Nina terjadi, akan berdampak pada peningkatan curah hujan di hampir seluruh wilayah Indonesia.Ini juga berdampak pada risiko terjadinya bencana hidrometeorologi,” katanya.

Perubahan cuaca ekstrem jelang masa peralihan, kata dia sangat memengaruhi keselamatan pelayaran perahu nelayan saat mencari ikan. Dia mengimbau kepada nelayan untuk terus memperbarui informasi cuaca sebelum memutuskan berlayar.

“Selain membaca tanda-tanda alam seperti kemunculan awan Cumulonimbus yang berbentuk seperti bunga kol bergulung-gulung, nelayan perlu juga mengakses informasi cuaca real time yang dikeluarkan pemerintah melalui BMKG,” katanya. 

Editor: Kurnia Illahi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut