Perang Iran vs AS-Israel Memanas, PDIP Terbitkan Instruksi Waspadai Lonjakan Harga BBM
JAKARTA, iNews.id - DPP PDI Perjuangan (PDIP) mengeluarkan surat instruksi menyikapi perang yang terjadi Timur Tengah, khususnya antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Instruksi ditujukan kepada kepala daerah dan wakil kepala daerah yang berasal dari PDIP, serta para pimpinan DPRD provinsi, kabupaten dan kota Fraksi PDIP.
PDIP menyoroti, perang di Timur Tengah akan berdampak pada kenaikan harga minyak mentah dunia. PDIP menilai, kenaikan 1 dolar Amerika Serikat saja dapat menambah beban subsidi BBM di Indonesia.
"Yang hal tersebut akan berimplikasi pada kenaikan harga BBM dan berdampak pula pada naiknya biaya distribusi barang, harga pangan, serta memicu inflasi, yang memberatkan kehidupan rakyat kecil," tulis surat tersebut, dikutip Senin (9/3/2026).
Oleh karena itu, DPP PDIP menyampaikan lima instruksi kepada kepala daerah hingga anggota DPRD Fraksi PDIP. Berikut lima instruksi tersebut:
Perang Timur Tengah, Malaysia Pertahankan Harga BBM Subsidi Rp8.500 Selama 2 Bulan
1. Memperkuat fungsi pengawasan DPRD terhadap pelaksanaan APBD secara konstruktif, efektif, dan bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
2. Melakukan penghitungan dan analisis secara komprehensif terhadap dampak fiskal daerah atas APBD, termasuk potensi kenaikan belanja subsidi, belanja operasional, dan belanja pelayanan publik.
3. Melaksanakan penghematan dan efisiensi anggaran dengan memprioritaskan belanja yang secara langsung menyentuh kepentingan rakyat serta menunda kegiatan yang tidak mendesak.
4. Mengantisipasi kenaikan harga pangan dan biaya distribusi, serta memastikan stabilitas pasokan dan keterjangkauan harga di masing-masing daerah.
5. Memperkuat program jaring pengaman sosial bagi masyarakat miskin, buruh, petani, nelayan, pelaku UMKM, dan kelompok rentan lainnya.
Surat diteken oleh Ketua DPP PDIP Darmadi Durianto dan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto pada 5 Maret 2026.
Editor: Reza Fajri