Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BMKG: 43,8 Persen Wilayah Indonesia Masuk Musim Hujan
Advertisement . Scroll to see content

Peringatan Dini BMKG, Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter sampai 31 Oktober di Perairan Ini

Rabu, 29 Oktober 2025 - 07:38:00 WIB
Peringatan Dini BMKG, Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter sampai 31 Oktober di Perairan Ini
BMKG keluarkan peringatan dini gelombang tinggi di perairan selatan Jawa hingga 31 Oktober 2025. (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi hingga 4 meter yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan Indonesia hingga 31 Oktober 2025. Kondisi ini dipicu oleh pola angin yang cukup kuat.

“Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Barat Laut-Timur Laut dengan kecepatan angin berkisar 4-25 knot,” tulis BMKG dalam keterangannya dikutip Rabu (29/10/2025).

Sementara di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Timur-Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 4-25 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Sulawesi dan Laut Maluku.

BMKG mencatat, gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias serta Samudra Hindia barat Mentawai.

Gelombang dengan tinggi serupa juga diprediksi di Samudra Hindia barat Bengkulu, Samudra Hindia barat Lampung, Samudra Hindia selatan NTT, Laut Natuna Utara, Selat Karimata bagian utara serta Selat Makassar bagian tengah.

Selain itu, potensi serupa muncul di Selat Makassar bagian utara, Laut Sulawesi bagian barat, tengah, dan timur, serta Laut Maluku, Samudra Pasifik utara Maluku, dan wilayah perairan Papua.

BMKG mengungkapkan gelombang lebih tinggi, antara 2,5 hingga 4 meter, berpeluang terjadi di Samudra Hindia selatan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali hingga NTB.

Wilayah tersebut termasuk jalur pelayaran padat dan menjadi area tangkapan ikan bagi nelayan tradisional. Karena itu, BMKG menilai situasi ini bisa berdampak terhadap keselamatan kapal.

"Kondisi gelombang tinggi ini perlu diwaspadai, terutama oleh masyarakat pesisir dan pelaku pelayaran," tulis BMKG.

BMKG meminta masyarakat, terutama nelayan agar tidak mengabaikan potensi bahaya di laut. Sebab gelombang tinggi dapat membahayakan berbagai jenis kapal.

Perahu nelayan berisiko jika kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter. Kapal tongkang juga perlu berhati-hati pada kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter, sedangkan kapal ferry terancam bahaya jika angin mencapai 21 knot dan gelombang lebih dari 2,5 meter.

Berdasarkan analisis BMKG, situasi ini kemungkinan berlangsung hingga akhir Oktober 2025. Karena itu, kegiatan pelayaran dan wisata bahari disarankan ditunda sementara waktu.

Warga di pesisir diminta terus memantau informasi terbaru dari BMKG untuk mengetahui perubahan kondisi cuaca. Dengan demikian, risiko kecelakaan laut dapat diminimalkan.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut