Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mahasiswa Demo di DPRD Jabar, Protes Kenaikan Harga Pertamax dan Pelemahan Rupiah
Advertisement . Scroll to see content

Perkasa, Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp17.860 per Dolar AS

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:43:00 WIB
Perkasa, Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp17.860 per Dolar AS
Nilai tukar rupiah ditutup menguat 128 poin atau sekitar 0,71 persen ke level Rp17.860 per dolar AS pada perdagangan, Jumat (12/6/2026). (Foto: Dok. IMG)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Nilai tukar rupiah ditutup menguat terhadap dolar AS pada perdagangan, Jumat (12/6/2026). Rupiah naik 128 poin atau sekitar 0,71 persen ke level Rp17.860 per dolar AS.

Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, salah satu sentimen penguatan datang dari Presiden AS Donald Trump yang membatalkan serangan yang direncanakan pada hari Kamis. 

Dia mengatakan, diskusi dengan Iran mengalami kemajuan dan kesepakatan damai yang akan membuka kembali Selat Hormuz untuk pelayaran dapat ditandatangani paling cepat akhir pekan ini, meskipun Teheran mengatakan belum membuat keputusan akhir.

Sebelumnya, Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz, di mana lalu lintas kapal sudah sangat terbatas, dengan mengatakan akan menembak kapal apa pun yang mencoba melewati jalur air tersebut.

“Selat tersebut biasanya dilalui seperlima dari pengiriman minyak dan gas alam cair global, dan blokade Teheran selama berbulan-bulan telah membuat harga energi tetap tinggi,” kata Ibrahim dalam risetnya.

Media pemerintah melaporkan pada hari Jumat bahwa pasukan Iran telah mencegah sebuah kapal tanker untuk melintasi Selat Hormuz tanpa koordinasi. Militer AS mengatakan di media sosial bahwa kapal komersial terus melintasi jalur air tersebut.

Selain itu, data ekonomi AS terbaru pada hari Kamis memperkuat kekhawatiran bahwa tekanan inflasi tetap tinggi. Harga produsen naik lebih dari yang diperkirakan pada bulan Mei, mencatatkan kenaikan tahunan terbesar dalam tiga setengah tahun karena biaya energi yang lebih tinggi memengaruhi perekonomian.

Data tersebut mendorong para pedagang untuk meningkatkan taruhan bahwa Federal Reserve dapat melanjutkan pengetatan kebijakan akhir tahun ini, dengan pasar memperkirakan sekitar 60 persen kemungkinan kenaikan suku bunga pada bulan Desember.

Dari sentimen domestik, Bank Dunia merevisi ke atas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,0 persen pada 2026. Proyeksi terbaru ini lebih tinggi dibandingkan dengan estimasi lembaga tersebut pada April lalu yang mematok laju produk domestik bruto di level 4,7 persen.

Proyeksi sebesar 5,0 persen untuk tahun ini mencerminkan kinerja perekonomian pada kuartal pertama yang lebih kuat dari perkiraan.

Momentum positif mendorong pertumbuhan PDB hingga mencapai 5,6 persen secara tahunan pada kuartal I 2026 pertumbuhan kuartalan paling tinggi sejak kuartal II 2021. Kuatnya pertumbuhan di awal tahun tersebut ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang masih menjadi pendorong utama.

Konsumsi tersebut didorong momen bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, pembayaran THR pegawai negeri sipil yang dipercepat, serta akselerasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sepanjang tahun 2026, konsumsi swasta diperkirakan akan terus bertumbuh di kisaran 5,0 persen yang didukung oleh stimulus fiskal pemerintah. Sementara itu, konsumsi pemerintah diproyeksikan mencatatkan pertumbuhan yang lebih tinggi lagi, yakni mencapai 8,7 persen.

Dari sisi investasi, pembentukan modal tetap bruto pada kuartal I 2026 juga tercatat bertumbuh solid sebesar 6,0 persen.

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup menguat dalam rentang Rp17.860-Rp18.910 per dolar AS. Kemudian dalam sepekan rupiah akan berada di rentang Rp17.780-Rp18.040 per dolar AS.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut