Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hotel untuk Kampung Haji RI Belum Bisa Digunakan Tahun Ini, Begini Alasannya
Advertisement . Scroll to see content

Permintaan Obat dari Jemaah Haji Indonesia di Makkah Tinggi, Capai 500 Resep Tiap Hari

Jumat, 23 Juni 2023 - 15:58:00 WIB
Permintaan Obat dari Jemaah Haji Indonesia di Makkah Tinggi, Capai 500 Resep Tiap Hari
Permintaan obat-obatan selama penyelenggaraan ibadah haji 1444H/2023 M di Makkah sangat tinggi. (Foto MPI).
Advertisement . Scroll to see content

MADINAH, iNews.id - Permintaan obat-obatan selama penyelenggaraan ibadah haji 1444H/2023 M di Makkah sangat tinggi. Hal tersebut terlihat dari jumlah resep obat yang dikeluarkan oleh layanan kesehatan.

Kepala Bagian Kesehatan Daker Madinah, Thafsin Al Farizi, mengatakan bahwa hal tersebut terjadi di Makkah. "Itu terjadi di Makkah, di Madinah tidak ada temuan," ujarnya setelah menghadiri pertemuan dengan Timwas Haji DPR pada Jumat (23/6/2023).

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Thafsin menjelaskan bahwa permintaan resep di Makkah memang sangat besar. "Informasi yang kami terima dari Makkah menunjukkan layanan kesehatan untuk orang yang sakit cukup besar. Jika tidak salah, Depo Makkah melayani sekitar 500 resep per hari," ujarnya.

Thafsin menegaskan bahwa pihaknya memiliki dana darurat untuk mengatasi kekurangan obat-obatan. Namun, dia tidak mengetahui jumlah pasti dana darurat yang disiapkan.

"Jika terjadi kekurangan, kami memiliki dana darurat, misalnya jika obat yang kami bawa tidak mencukupi atau ada kekurangan dalam barang yang dibeli, maka kami memiliki dana darurat yang dapat digunakan untuk pembelian di Arab Saudi. Jumlah dana darurat ini cukup besar, tapi saya tidak tahu nilainya," katanya.

Thafsin menyebutkan bahwa layanan kesehatan di Makkah cukup besar, setara dengan permintaan resep per hari di rumah sakit tipe A di Jakarta. "Permintaan resep mencapai 500 per hari, sedangkan di Jakarta mencapai 1.000 resep per hari, jadi hampir setengahnya," ujarnya.

Seperti yang diketahui, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengirimkan 107 ton obat dan perlengkapan kesehatan untuk pelayanan kesehatan di Arab Saudi. Sebanyak 30 ton obat dikirimkan ke Madinah, sedangkan sisanya sebanyak 77 ton dikirimkan ke Makkah.

Pengiriman obat dan perlengkapan kesehatan sebanyak 107 ton tersebut meliputi obat saluran napas, obat saluran pencernaan, obat antidiabetes, obat analgesik dan antiinflamasi, obat kardiovaskuler, multivitamin, larutan elektrolit, dan susu.

Tim Pengawas Haji DPR secara umum menilai pelayanan jemaah haji sudah cukup baik. Namun, terdapat beberapa catatan terkait sejumlah layanan, termasuk layanan kesehatan.

Dalam hal layanan kesehatan, Tim Pengawas Haji DPR menyoroti masalah kekurangan obat-obatan. Tim tersebut meminta Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi untuk menangani masalah ini.

Editor: Muhammad Fida Ul Haq

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut