Pernyataan Lengkap Kak Seto usai Dituduh Abaikan Kasus Child Grooming Aurelie Moeremans
JAKARTA, iNews.id - Siapa menyangka, pemerhati anak Kak Seto ikut terseret dalam fenomena buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans. Apa hubungannya?
Kak Seto dikenal sebagai sosok ramah anak, namun kini namanya dikaitkan dengan polemik buku Broken Strings yang menceritakan tentang kisah kelam Aurelie Moeremans. Di mana dalam buku itu, Aurelie mengaku menjadi korban child grooming hingga pelecehan seksual yang dilakukan oleh sosok 'Bobby'.
Warganet kemudian menguliti satu per satu sosok yang ada dalam buku itu, meski namanya telah disamarkan. Salah satu yang menjadi sorotan netizen adalah peran Komnas Perlindungan Anak kala itu yang dinilai tidak bertindak atas kasus yang dialami Aurelie.
Setelah ditelusuri, ternyata ibunda Aurelie sudah sempat melaporkan kejadian tersebut ke Komisi Nasional Perlindungan Anak yang dipimpin oleh Kak Seto. Namun pihaknya mengaku tak ada tindakan dari Kak Seto bahkan tak ada respons positif sekali pun.
Laporan tersebut diabaikan hingga akhirnya orang tua Aurelie mengumumkan ke awak media. Padahal mereka sempat berusaha selama berbulan-bulan menutupi kasus ini dari konsumsi publik.
Karena nama terseret dan publik kecewa terhadap tindakan Kak Seto, akhirnya pemilik nama asli Seto Mulyadi itu buka suara. Seperti apa pernyataannya? Baca beritanya sampai selesai.
Melalui akun Instagram kaksetosahabatanak, Kak Seto mengunggah foto berisi klarifikasi terkait isu yang beredar. Dia meminta kepada masyarakat agar kiranya menyikapi pemberitaan terkait kasus child grooming yang dialami Aurelie Moeremans dengan kepala dingin dan hati yang jernih, tanpa memelintir fakta ke arah pemahaman yang keliru.
"Pada masanya, kami telah berupaya semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan dan tanggung jawab kami saat itu," jelasnya, dikutip Rabu (14/1/2026).
Ia pun menegaskan dengan munculnya kasus ini ke publik sekarang, tidak dijadikan ruang untuk saling menuduh, memfitnah, menyerang, dan mengubah fakta yang sebenarnya. Kak Seto meminta seluruh pihak bersikap lebih bijak dan adil.
"Kami memahami bahwa setiap peristiwa menyisakan luka, proses, dan pembelajaran bagi semua pihak yang terlibat. Mari kita bersikap lebih bijak, adil, dan berempati," kata Kak Seto.
"Kami berharap semua pihak yang pernah terlibat dapat terus pulih, berdamai dengan masa lalu, dan menjalani kehidupan yang lebih baik ke depan," tambahnya.
Editor: Muhammad Sukardi