Pernyataan Lengkap Malaysia usai Salah Sebut Prabowo Jadi Jokowi di KTT ASEAN
JAKARTA, iNews.id - Insiden salah penyebutan nama Presiden Prabowo Subianto menjadi Joko Widodo (Jokowi) di KTT ASEAN pada Minggu (26/10/2025) berujung permintaan maaf dari Malaysia. Radio Televisyen Malaysia (RTM) mengakui kekeliruan tersebut.
Permintaan maaf stasiun penyiaran milik pemerintah Malaysia itu disampaikan lewat akun Instagram @rtm_malaysia, Minggu (26/10/2025). Disebutkan, pembawa acara salah menyebut nama Prabowo menjadi Jokowi.
“Jabatan Penyiaran Malaysia memohon maaf atas kesilapan yang berlaku dalam siaran langsung RTM sempena Sidang Kemuncak ASEAN Ke-47 dan sidang-sidang berkaitan di Pusat Konvensyen Kuala Lumpur (KLCC),” bunyi siaran pers dikutip iNews.id dari akun Instagram RTM, Minggu (26/10/2025).
“Berdasarkan siasatan dalaman, terdapat kesilapan oleh pengulas siaran yang telah menyebut nama Presiden Republik Indonesia sebagai Joko Widodo, sedangkan Presiden Republik Indonesia yang terkini ialah Prabowo Subianto,” tuturnya.
Prabowo di KTT ASEAN: Dorong Perdamaian di Myanmar dan Redam Ketegangan Thailand-Kamboja
RTM menegaskan memandang serius permasalahan tersebut. Tindakan terhadap kesalahan itu juga telah dilakukan.
Pihak RTM kembali menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak, termasuk Prabowo dan pemerintah Indonesia.
Prabowo Ingatkan Negara-Negara ASEAN Tegakkan Hukum Laut Internasional UNCLOS 1982
Prabowo: ASEAN-Jepang Jadi Jangkar Perdamaian dan Stabilitas Kawasan Indo-Pasifik
“Pihak RTM memandang serius perkara ini dan tindakan sewajarnya telah diambil. RTM dengan ini memohon maaf kepada Presiden dan Kerajaan Republik Indonesia, serta semua pihak yang terkesan akibat kesilapan ini,” tulisnya.
RTM pun menegaskan akan meningkatkan proses editorial agar informasi yang disampaikan sesuai fakta.
Malaysia Minta Maaf, Salah Sebut Nama Presiden Prabowo Jadi Jokowi di KTT ASEAN
“RTM juga akan terus meningkatkan kawalan editorial dan semakan fakta bagi memastikan setiap maklumat yang disampaikan adalah tepat serta berintegriti,” kata RTM.
Berikut pernyataan lengkap Malaysia yang meminta maaf atas salah penyebutan nama Prabowo menjadi Jokowi:
KENYATAAN KETUA PENGARAH PENYIARAN:
KUALA LUMPUR, 26 Oktober 2025 - Jabatan Penyiaran Malaysia memohon maaf atas kesilapan yang berlaku dalam siaran langsung RTM sempena Sidang Kemuncak ASEAN Ke-47 dan sidang-sidang berkaitan di Pusat Konvensyen Kuala Lumpur (KLCC).
Berdasarkan siasatan dalaman, terdapat kesilapan oleh pengulas siaran yang telah menyebut nama Presiden Republik Indonesia sebagai Joko Widodo, sedangkan Presiden Republik Indonesia yang terkini ialah Prabowo Subianto.
Pihak RTM memandang serius perkara ini dan tindakan sewajarnya telah diambil.
RTM dengan ini memohon maaf kepada Presiden dan Kerajaan Republik Indonesia, serta semua pihak yang terkesan akibat kesilapan ini.
RTM juga akan terus meningkatkan kawalan editorial dan semakan fakta bagi memastikan setiap maklumat yang disampaikan adalah tepat serta berintegriti.
Dikeluarkan oleh:
Bahagian Perhubungan Awam
Jabatan Penyiaran Malaysia
Editor: Rizky Agustian