Persiapan Belajar Tatap Muka di Sekolah, Mendagri Saran Simulasi Protokol Kesehatan Dahulu

Antara ยท Selasa, 04 Agustus 2020 - 04:37 WIB
Persiapan Belajar Tatap Muka di Sekolah, Mendagri Saran Simulasi Protokol Kesehatan Dahulu

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. (Foto: Antara).

JAKARTA, iNews.id - Pembelajaran tatap muka di sekolah disarankan menerapkan simulasi kedisiplinan protokol pencegahan virus corona (Covid-19) terlebih dahulu. Simulasi tersebut bisa menjadi kesimpulan pemerintah dalam menentukan program tersebut dapat dilanjutkan atau tidak jika ditemukan klaster baru atau tidak pada proses pembelajaran tatap muka.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, pembelajaran tatap muka dengan kedisiplinan protokol kesehatan penting diterapkan baik dari pihak pemerintah, masyarakat dan lembaga terkait. Tujuannya, kata dia agar proses pembelajaran tatap muka tidak menjadi media penyebaran Covid-19.

"Itu ditentukan dahulu sekolah-sekolah di setiap zona yang akan dijadikan role model, dijadikan model simulasi. Mungkin 2 minggu atau 1 bulan, 1 atau 2 sekolah yang dianggap berkesan menerapkan protokol. Setelah itu, peninjauan baik untuk keberangkatan sekolahnya, di tempat sekolahnya, maupun setelah kembalinya. Nah, kalau seandainya tidak terjadi klaster baru, kemudian baru diberlakukan bertahap direplikasi di tempat-tempat lain,” ujar Tito di Jakarta, Senin (3/8/2020).

Dia juga berharap ada arahan lebih lanjut dari Gugus Tugas, terutama rekomendasi Gugus Tugas masing-masing daerah untuk menganalisis lokasi yang dapat dijadikan sebagai tempat pertemuan bertatap muka dengan risiko untuk terpapar Covid-19 rendah.

“Namun, diskresinya tetap kepada dinas daerahnya masing-masing, karena mereka yang tahu persis juga masalahnya. Tidak semua daerah yang dilihat warnanya kuning, hijau itu betul-betul menggambarkan situasi yang terjadinya,” ucapnya.

Menurutnya, persoalan tidak proporsional data yang diterima saat ini bisa saja disebabkan oleh jumlah testing Covid-19 tidak sebanding dengan populasi. sehingga data tersampaikan tidak valid.

"Itu gugus tugas daerah dan dinas daerah ini menjadi penting, menjadi kunci untuk penentuan apakah di tempat itu boleh dilakukan pertemuan tatap muka, sebagai gambaran bahwa daerah-daerah yang hijau itu rata-rata adalah daerah yang terisolasi baik di pegunungan ataupun di pulau-pulau," katanya.

Editor : Kurnia Illahi