Pertamina Cari Sumber Impor Minyak Baru imbas Selat Hormuz Ditutup
JAKARTA, iNews.id - PT Pertamina akan mencari sumber impor minyak alternatif imbas Selat Hormuz yang ditutup. Diketahui, ketegangan di Timur Tengah meningkat usai Amerika Serikat (AS)-Israel menyerang Iran.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri mengatakan perusahaan telah menyiapkan strategi untuk memastikan pasokan energi tetap aman di tengah dinamika geopolitik global yang dapat memengaruhi rantai pasok minyak dunia.
“Jadi tentunya kita sudah antisipasi untuk mencari sumber yang lain supaya ketahanan stoknya juga bisa baik dan bagus,” kata Simon dalam konferensi pers di Jakarta sebagaimana dikutip pada Jumat (13/3/2026).
Menurutnya, Pertamina tidak hanya bergantung pada pasokan energi dari kawasan Timur Tengah. Perusahaan telah melakukan diversifikasi sumber impor dengan menggandeng pemasok dari berbagai wilayah lain.
AS Tuding Iran Mulai Tebar Ranjau di Selat Hormuz: Jalur Minyak Dunia Terancam
Ia menjelaskan bahwa selama ini Pertamina juga memperoleh pasokan energi dari sejumlah negara di Afrika hingga Amerika Serikat.
Dampak Serang Iran, AS Terpaksa Lepas Stok Minyak 172 Juta Barel
“Untuk antisipasi kami juga melakukan diversifikasi sumber. Sumber-sumber kita tidak hanya dari Timur Tengah, ada juga dari Afrika, ada dari Amerika Serikat, dan berbagai tempat lainnya,” ujarnya.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah akibat perang yang melibatkan AS-Israel dengan Iran memicu gangguan pelayaran di Selat Hormuz, jalur strategis perdagangan energi dunia yang menghubungkan Teluk Persia dengan pasar global.
Selat tersebut merupakan salah satu rute utama pengiriman minyak mentah dari negara-negara produsen di Timur Tengah ke berbagai negara konsumen.
Pemerintah mencatat sekitar 20 hingga 25 persen impor minyak mentah Indonesia dikirim melalui jalur Selat Hormuz. Kondisi tersebut membuat stabilitas kawasan menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran pasokan energi nasional.
Editor: Puti Aini Yasmin