Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Resmi! Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 September 2026, Ada yang Naik
Advertisement . Scroll to see content

Pertamina Merger PET ke Patra Niaga, Berlaku Efektif Hari Ini

Selasa, 01 September 2026 - 17:14:00 WIB
Pertamina Merger PET ke Patra Niaga, Berlaku Efektif Hari Ini
Pertamina resmi menggabungkan PT Pertamina Energy Terminal (PET) ke PT Pertamina Patra Niaga (PPN) yang efektif berlaku mulai hari ini, Selasa (1/9/2026). (Foto: Dok. Pertamina)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - PT Pertamina (Persero) resmi menggabungkan PT Pertamina Energy Terminal (PET) ke PT Pertamina Patra Niaga (PPN) yang efektif berlaku mulai hari ini, Selasa (1/9/2026). Aksi korporasi ini menjadi bagian dari restrukturisasi bisnis hilir Pertamina tahap kedua.

Merger ditandai dengan penandatanganan Akta Penggabungan PET ke PPN serta Akta Perubahan Anggaran Dasar PPN di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Senin (31/8/2026).

Dalam penggabungan tersebut, PPN bertindak sebagai perusahaan penerima penggabungan (surviving entity). Akta Penggabungan ditandatangani Direktur Utama PPN Mars Ega Legowo Putra dan Direktur Utama PET Bayu Prostiyono di hadapan Notaris Jose Dima.

Sementara Akta Perubahan Anggaran Dasar PPN ditandatangani Mars Ega Legowo Putra. Penggabungan tersebut resmi berlaku efektif pada 1 September 2026.

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengatakan, merger bukan sekadar pemenuhan aspek legal, tetapi bagian dari upaya membangun bisnis hilir yang lebih terintegrasi, efisien, dan kompetitif.

“Apa yang kita tandatangani hari ini adalah komitmen bersama untuk membangun bisnis hilir yang tidak hanya terintegrasi secara struktural, tetapi juga andal, kompetitif, dan berkeadilan,” ujar Simon dalam keterangannya, Selasa (1/9/2026).

Simon menambahkan, proses transformasi harus tetap menjaga keberlangsungan operasional bisnis hilir. Sebab, pelayanan energi kepada masyarakat merupakan salah satu tugas utama Pertamina.

“Di tengah arus transformasi yang kompleks dan menuntut, operasional bisnis hilir tidak boleh surut, bahkan satu detik pun,” tuturnya.

Simon meminta seluruh jajaran Pertamina memastikan proses transisi berjalan mulus tanpa mengganggu operasional maupun pelayanan energi kepada masyarakat.

Setelah merger efektif, Pertamina akan melanjutkan penataan proses dan organisasi di Subholding Hilir. Perusahaan juga akan mengoptimalkan rantai nilai, melakukan efisiensi biaya operasi (operational expenditure/OPEX), serta memperkuat sinergi operasional.

Penggabungan PET ke PPN merupakan kelanjutan dari restrukturisasi bisnis hilir tahap pertama yang berlaku efektif pada 1 Februari 2026.

Pada tahap pertama, Pertamina menggabungkan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) dan 10 perusahaan bertujuan khusus (special purpose vehicle/SPV) anak usaha PT Pertamina International Shipping (PIS) ke PPN.

Selain itu, armada kapal captive milik PIS juga dialihkan ke PPN sebagai bagian dari penataan bisnis hilir Pertamina.

Dengan rampungnya tahap kedua, Pertamina menegaskan transformasi bisnis hilir diarahkan untuk memperkuat integrasi dan efisiensi sekaligus meningkatkan daya saing bisnis energi nasional.

Simon menekankan transformasi tersebut harus tetap berujung pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Teruslah mengoptimalkan rantai nilai, efisiensi biaya, dan sinergi operasional, sehingga Pertamina benar-benar menjadi perusahaan energi yang fokus, kuat, dan bermartabat,” ucap Simon.

Restrukturisasi ini juga ditempatkan dalam kerangka amanat Danantara untuk mendorong transformasi BUMN menjadi lebih adaptif, lincah, dan kompetitif.

Pertamina memastikan integrasi bisnis hilir tetap berjalan beriringan dengan pemenuhan kebutuhan energi masyarakat. Dengan demikian, restrukturisasi diharapkan tidak mengganggu kesinambungan pelayanan energi nasional.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut