Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Trump Ancam Kenakan Tarif 25% kepada Negara yang Berbisnis dengan Iran
Advertisement . Scroll to see content

Perusahaan Migas Raksasa Dunia Buka Suara usai Trump Incar Minyak Venezuela

Minggu, 04 Januari 2026 - 16:34:00 WIB
Perusahaan Migas Raksasa Dunia Buka Suara usai Trump Incar Minyak Venezuela
Perusahaan migas raksasa dunia Chevron buka suara usai Trump mengincar mengusai cadangan minyak Venezuela. (Foto: ilustrasi/AFP)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan mengambil alih pengelolaan cadangan minyak Venezuela. Langkah tersebut langsung memicu perhatian dan respons dari sejumlah perusahaan minyak raksasa dunia.

“Kita akan mengerahkan perusahaan-perusahaan minyak besar Amerika Serikat, yang terbesar di dunia untuk masuk, menghabiskan miliaran dolar, dan memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, infrastruktur minyak,” ujar Trump dalam konferensi pers di Mar-a-Lago.

Pernyataan tersebut segera mendapat tanggapan dari Chevron, salah satu perusahaan energi terbesar asal AS yang selama ini memiliki kepentingan di Venezuela. Juru bicara Chevron menegaskan bahwa pihaknya masih bersikap hati-hati.

“Chevron tetap fokus pada keselamatan dan kesejahteraan karyawan kami, serta integritas aset kami. Kami terus beroperasi sepenuhnya sesuai dengan semua hukum dan peraturan yang relevan,” ujar juru bicara perusahaan sebagaimana dikutip dari Sky News, Minggu (4/1/2026).

Sementara itu, raksasa minyak AS lainnya, ConocoPhillips, menyatakan tengah memantau secara cermat perkembangan situasi di Venezuela serta dampaknya terhadap stabilitas energi global.

“Kami memantau perkembangan di Venezuela dan implikasi potensialnya terhadap pasokan dan stabilitas energi global. Akan terlalu dini untuk berspekulasi tentang aktivitas bisnis atau investasi di masa depan,” kata juru bicara ConocoPhillips.

Di sisi lain, sejumlah pemain besar industri energi global seperti ExxonMobil, Shell, BP, TotalEnergies, dan Saudi Aramco hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait rencana Trump maupun potensi keterlibatan mereka di sektor minyak Venezuela.

Untuk diketahui, Venezuela menyimpan sekitar 17 persen dari total cadangan minyak dunia atau setara dengan 303 miliar barel, menjadikannya salah satu negara dengan cadangan minyak terbesar secara global.

Tahun lalu, produksi minyak Venezuela tercatat rata-rata hanya sekitar 1,1 juta barel per hari, atau setara dengan 1 persen dari total produksi minyak dunia.

AS sebelumnya menjadi pembeli utama minyak Venezuela. Namun, seiring memburuknya hubungan diplomatik kedua negara dan penerapan sanksi ekonomi, China kini menjadi tujuan utama ekspor minyak Venezuela.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut