Pesan Dharma Pongrekun kepada Milenial: Gawai Dapat Mengikis Daya Kritis

Irfan Ma'ruf ยท Jumat, 22 November 2019 - 22:40 WIB
Pesan Dharma Pongrekun kepada Milenial: Gawai Dapat Mengikis Daya Kritis

Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Komjen Pol Dharma Pongrekun. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id – Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Komjen Pol Dharma Pongrekun, berpesan kepada generasi milenial agar mengurangi penggunaan gadget alias gawai. Dia mengingatkan, gunakanlah gadget untuk hal-hal positif, sebab dengan majunya teknologi penyebaran radikalisme bisa lewat manapun termasuk dunia maya dari gadget.

“Sangat sulit untuk tidak terpapar ketika gadget masih selalu melekat di tangan. Salah satu sumbernya masalahnya, karena adanya gelombang elektromagnetik yang memiliki kekuatan hipnotis, sering langsung melemahkan sel-sel tubuh kita yang melemahkan daya kritis kita, sehingga gampang diperdaya, potensi kita menjadi low. Itu penyebabnya,” kata Dharma seusai memberi materi di Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka), Pasar Rebo, Jakarta, Jumat (22/11/2019).

Dia menuturkan, setiap konten yang ada di media sosial (medsos) juga dapat memengaruhi pengguna gawai. Pasalnya, di dalam tulisan di medsos selalu mempunyai daya tarik yang dibuat dengan cara hypno-writer. “Itulah sebabnya konten-kontennya memiliki kekuatan hipnotis. Karena kalau kita membaca konten yang menyebalkan, psikologi tubuh kita akan turut bereaksi kesal. Lama-lama kita terbawa seperti orang yang terhipnotis nurut saja dengan isi konten tersebut,” ujarnya.

Jenderal polisi bintang tiga itu juga mengingatkan kepada generasi milenial untuk mewaspadai berbagai tantangan seperti hedonisme, materialisme, virtualisme, dan radikalisme yang mengakibatkan masyarakat lupa akan jati diri bangsa. Jati diri bangsa Indonesia yang dimaksud adalah gotong royong dan memahami Pancasila dengan benar.

Menurut Dharma, manusia yang fitrah itu selalu menjadikan Tuhan nomor satu di dalam hidupnya, bukan yang lain-lain. Maka dari itu, dia berpesan kepada generasi milenial untuk membawa bangsa Indonesia menjadi lebih baik lagi sebagai bangsa yang besar.

“Nah jangan sampai bangsa kita dibawa kearah bangsa yang materialistis, sehingga waktunya habis hanya untuk mengejar angka-angka yang justru menjadikan kita manusia-manusia yang penuh dengan kekhawatiran karena selalu berhitung dengan logika, melupakan bahwa kita hidup itu karena kuasa Tuhan, inilah sesungguhnya jati diri bangsa Indonesia,” tuturnya.


Editor : Ahmad Islamy Jamil