Pesawat ATR yang Hilang Kontak Diduga Jatuh di Bantimurung Maros, Pencarian Difokuskan
JAKARTA, iNews.id - Badan SAR Nasional (Basarnas) Makassar menduga pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak jatuh di Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel). Dugaan tersebut berasal dari titik koordinat terakhir yang disampaikan Air Traffic Controller (ATC).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Makassar M Arif mengatakan pesawat itu jatuh di kawasan pegunungan karst Bantimurung.
"Diduga ya kemungkinan besar di atas, karena kita tahu semua, kan daerah Bantimurung itu kan daerah-daerah pegunungan, yang pegunungan karst gitu," kata Arif kepada wartawan.
Dia mengatakan helikopter Caracal telah dikerahkan untuk operasi pencarian. Menurutnya, helikopter tersebut mempunyai keunggulan untuk bisa langsung melakukan evakuasi.
"Pada saat ini kami juga berkoordinasi dengan pihak TNI AU untuk memberangkatkan satu unit helikopter Caracal yang bisa observasi melalui udara," ujarnya.
Diketahui, pesawat tersebut terbang dari Bandara Adisutjipto (JOG), Yogyakarta, menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin (UPG), Makassar, pada Sabtu. Pesawat dilaporkan hilang kontak saat akan mendarat.
Pesawat itu awalnya diarahkan oleh Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) untuk mendekat ke landasan pacu RWY 21. Namun saat proses pendekatan, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur yang seharusnya, sehingga ATC memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk mengoreksi posisi.
ATC selanjutnya menyampaikan beberapa instruksi lanjutan guna membawa pesawat kembali ke jalur pendaratan yang sesuai prosedur. Setelah penyampaian arahan terakhir oleh ATC, komunikasi dengan pesawat terputus.
Editor: Rizky Agustian