Peta Zonasi Risiko Penyebaran Covid-19, di Jawa Timur 60 Persen Berasal dari 1 Kota
JAKARTA, iNews.id - Kasus positif virus Corona (Covid-19) di Indonesia tidak bisa disamaratakan. Setiap wilayah memiliki risiko yang berbeda-beda.
Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Dokter Dewi Nur Aisyah mengatakan, peta zonasi risiko penyebaran Covid-19 dibuat untuk memetakan suatu wilayah akan masuk ke dalam zona risiko tinggi, sedang, rendah ataupun hijau.
“Data Indonesia dari Sabang sampai Merauke ada 514 kabupaten kota, di sana saya melihat, Indonesia berbeda-beda. Kita tidak bisa langsung menyamaratakan dari ujung yang satu ke ujung yang lain karena ternyata ada perbedaan dari jumlah kasus, orang yang meninggal, orang yang dirawat dan sebagainya,” ujar Dewi di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Graha BNPB, Jakarta, Senin (27/7/2020).
Dia mencontohkan kasus Covid-19 di Jawa Timur, 60% hanya berasal dari 1 kota saja. Padahal, ada 38 kabupaten kota di Jawa Timur.
Kota Bogor Belum Terapkan Tilang Masker, Ini Alasannya
“Bahkan, di satu provinsi ada kabupaten kota yang tidak bisa kita lihat semuanya sama," ucapnya.
Menurutnya, peta zonasi risiko akan memudahkan dalam menganalisis penanganan Covid-19 di suatu wilayah. “Jadi kita melihat semua tidak bisa kita samakan. Apakah semua merah di Jawa Timur oh belum tentu," katanya.
Editor: Kurnia Illahi