PGI Ikut Tanggulangi Corona lewat Gerakan GMC 19, Libatkan Relawan Muda Lintas Iman
JAKARTA, iNews.id – Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) melalui gerakan Gereja Melawan Covid-19 (GMC 19) bergerak dalam perjuangan penanggulangan virus corona yang mewabah di Indonesia. Gerakan ini merupakan manifestasi dari iman, dan panggilan gereja untuk membela serta merawat kehidupan.
GMC 19 sebagai langkah awal melakukan pelatihan kepada para relawan muda lintas iman, agar dalam terlibat dalam penanggulangan Covid-19. Pelatihan ini melibatkan tenaga ahli dari RS PGI Cikini dan Dompet Dhuafa. Materi utama pelatihan terkait dengan disinfektan.
“Animo generasi muda tercatat sangat tinggi sehingga pelatihan dilakukan dalam dua gelombang, yakni pada 18 Maret 2020 dan 20 Maret 2020. Kini tercatat 57 anak muda lintas iman bergabung menjadi relawan GMC19,” kata PGI dalam siaran pers yang diterima, Sabtu (4/4/2020).
Ada Orang Tanpa Gejala Tularkan Corona, Tetap di Rumah Jawaban Terbaik
Sejumlah rumah ibadah yang telah menerima aksi penyemprotan disinfektan oleh GMC 19 antara lain Gereja Kasih Karunia (GEKARI) Jemaat Anthiokhia, Jakarta Selatan, GPKB Tanjung Priok, Jakarta Utara dan Gereja Baptis Indonesia Dahlia, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kemudian, Musala Maharaja, Pondok Kopi, Jakarta Timur, dan Masjid At Taqwa, Pulo Gebang, Jakarta Timur.
Selain melakukan aksi penyemprotan, PGI juga menyampaikan imbauan dan seruan pastoral kepada gereja-gereja anggota secara bertahap. Saat ini, sebanyak 91 gereja anggota PGI tersebar dari Aceh sampai Papua.
Tidak Bepergian Jadi Kunci Pemutus Rantai Penularan Covid-19
Terkait pelaksanaan ibadah dalam kondisi pandemi Covid-19, imbauan PGI tidak boleh tunggak karena sebaran virus corona belum tampak merata di seluruh wilayah. Saat ini, bagi daerah-daerah dengan tingkat sebaran yang tinggi, PGI mengimbau untuk mengalihkan ibadah Minggu menjadi ibadah berbasis keluarga selama dua minggu, sambil melihat perkembangan ke depan.
Untuk jemaat-jemaat yang tidak terpapar virus corona, disarankan untuk menerapkan protokol ibadah secara ketat untuk mengantisipasi penularan Covid-19. Namun bila sudah ditemukan kasus, PGI menyarankan untuk meningkatkan pengelolaan ibadah di tengah keluarga masing-masing.
“Apa yang terjadi pada gereja besar ‘megachurch’ di Korea Selatan haruslah menjadi pembelajaran berharga untuk gereja-gereja lainnya,” kata PGI.
Selain imbauan, Tim Yakoma PGI juga segera memproduksi sejumlah video pendek edukasi. Komisi-komisi pelayanan dilibatkan berdasarkan kepakatan anggota komisi. Komisi kesehatan di antaranya terlibat dalam pembuatan video edukasi terkait pencegahan Covid-19 dan pengelolaan makanan sehat.
“Hingga saat ini, masih banyak rumah ibadah yang minta disemprot disinfektan. Untuk itu, komitmen GMC 19 untuk menjalani tugas hingga pandemi Covid-19 berakhir,” kata PGI.
Editor: Maria Christina