Polisi bakal Minta Pendapat Ahli Bahasa hingga ITE Usut Laporan Mens Rea Pandji
JAKARTA, iNews.id - Polda Metro Jaya akan meminta pendapat sejumlah ahli sebelum menggelar perkara laporan terhadap Komika Pandji Pragiwaksono terkait materi stand up comedy dalam acara Mens Rea. Para ahli yang didatangkan mulai dari yang menguasai bahasa hingga UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
"Ya pastinya ada ahli bahasa, ahli Undang-Undang ITE, ahli pidana, serta mungkin ada ahli lain melihat perkembangan proses penyelidikan dan penyidikan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, Senin (9/2/2026).
Dia menyampaikan proses penyelidikan laporan tersebut bersifat dinamis.
"Jadi setiap dari keterangan-keterangan para saksi, dari barang bukti, ini pasti akan ada perkembangan terkait tentang orang yang expert in area, ahli di bidangnya, sesuai dengan kausal peristiwa dan persoalan yang ada," ujarnya.
Pandji Siap Dialog Selesaikan Polemik Mens Rea: Saya Niatnya Hibur Masyarakat
Dia menuturkan, pihaknya telah memeriksa Pandji pada Jumat (6/2/2026) lalu. Sebanyak 63 pertanyaan diajukan kepada Pandji dalam pemeriksaan tersebut.
Budi menuturkan, penyidik mendalami penyusun hingga tujuan materi tersebut disampaikan.
Pandji Pragiwaksono usai Diperiksa Polisi 8 Jam: Saya Tak Merasa Menistakan Agama
Gibran Tak Masalah Materi Mens Rea, Pandji: Contoh Jokes Tak Perlu Ditanggapi Serius
“Ini pemeriksaan penyidik mendalami materi terkait latar belakang siapa yang menyusun materi, serta tujuan penyampaian di acara Mens Rea,” kata Budi.
Sejauh ini, kata Budi, sedikitnya 27 orang telah dimintai keterangan, termasuk Pandji.
Pandji Pragiwaksono Dicecar 63 Pertanyaan oleh Polisi, Diperlihatkan Potongan-Potongan Video
“Ini akan berkembang kepada nanti akan permintaan keterangan klarifikasi dari ahli. Kita beri ruang kepada teman-teman penyidik untuk mendalami perkara ini,” ujar dia.
Diketahui, Pandji telah memberikan klarifikasi terkait laporan itu pada Jumat (6/2/2026) lalu.
Dia siap diajak berdialog dengan para pelapor. Pasalnya, dia menilai sangkaan itu terjadi karena kesalahpahaman atas makna yang disampaikan dalam materi Mens Rea.
"Saya selalu membuka ruang untuk dialog dan secara historikal juga ada terlalu banyak bukti menunjukkan dalam sebuah kesalahpahaman atau ada ketidaksesuaian penangkapan makna dari karya seni saya, saya selalu bersedia untuk dialog. Bahkan, saya sama Haris (pengacaranya, Haris Azhar) berkata tentu alangkah lebih baik kalau kita duduk bareng dan mencoba untuk menyampaikan maksudnya, selalu terbuka kok," ujar Pandji, Jumat (6/2/2026).
Editor: Rizky Agustian