Polisi Izinkan Massa Pendukung Prabowo-Sandi Menginap di Masjid

Irfan Ma'ruf ยท Selasa, 21 Mei 2019 - 21:09 WIB
Polisi Izinkan Massa Pendukung Prabowo-Sandi Menginap di Masjid

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo. (Foto: iNews.id/Irfan Ma'ruf)

JAKARTA, iNews.id - Massa pendukung pasangan capres dan cawapres wapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno melakukan aksi damai di depan kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin. Aksi tersebut menyuarakan dugaan kecurangan pada pemillihan presiden (Pilpres) 2019.

Polri mencatat, sebanyak 1.330 pendukung Prabowo-Sandi yang melakukan aksi damai di depan kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin berasal dari luar daerah. Polri pun memperbolehkan massa yang mengatasnamakan Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) bermalam di masjid-masjid asal tidak melanggar aturan.

"Yang masuk ke Jakarta ada 1.330 itu memang menempati beberapa masjid," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (21/5/2019).

BACA JUGA:

Massa Prabowo-Sandi Buka Puasa dan Tarawih Berjamaah di Jalan Thamrin

Buktikan Aksi Damai, Massa Pendukung Prabowo Beri Mawar ke Polisi

Ribuan Pendukung Prabowo-Sandi Ancam Menginap di Depan Bawaslu

"Enggak ada larangan, cuma jangan melakukan perbuatan melawan hukum. Kalau melakukan perbuatan melawan hukum aparat kepolisian akan melakukan tindakan secara tegas dan terukur," katanya menambahkan.

Massa GNKR yang mengibarkan bendera, spanduk, dan pamflet mengecam pelaksanaan pemilu yang dinilai curang. Mereka datang dari berbagai daerah di luar Jakarta. Polri mempersilakan massa untuk menggelar aksi, namun harus membubarkan diri setelah selesai salat tarawih, sesuai dengan batas waktu yang ditentukan. Polisi meminta massa mematuhi aturan tersebut.

Sebanyak 40.000 personel dikerahkan mengamankan wilayah KPU, Bawaslu simbol negara yaitu istana negara, Gedung DPRD, sentra perekonomian. Kantor kedutaan negara asing juga menjadi fokus pengamanan.

Dedi mengatakan, telah melakukan kesepakatan dengan para koordinator lapangan untuk menggelar aksi sampai usai salat tarawih. "Korlip akan bubar kembali ke daerah masing-masing. Tinggal sebagian kecil, sebagian besar sudah membubarkan diri," ujarnya.


Editor : Djibril Muhammad