Polisi: Terduga Teroris Siapkan Enam Bom Sasar Kerumunan Massa di Aksi 22 Mei

Okezone ยท Minggu, 19 Mei 2019 - 10:58 WIB
Polisi: Terduga Teroris Siapkan Enam Bom Sasar Kerumunan Massa di Aksi 22 Mei

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo. (Foto: iNews.id/Irfan Ma'ruf)

BOGOR, iNews.id - Densus 88 Antiteror menangkap terduga teroris E alias AR di Kelurahan Nanggewer, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Jumat, 17 Mei 2019 sore. Dari dalam rumah juru parkir itu, polisi mengamankan beberapa barang bukti di antaranya bahan peledak kimia, beberapa panci, paku, rangkaian detonator, senjata tajam dan buku-buku jihad.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, terdapat enam buah bom pipa diamankan dari rumah terduga teroris berinisial E alias AR (51). Bom tersebut rencananya akan diledakan di KPU RI, Jakarta pada 22 Mei 2019 dibarengi aksi terkait penetapan hasil rekapitulasi Pemilu 2019.

"Ada enam buah bom dari bahan TPATP yang sudah jadi, satu lagi dari panci tapi masih dirakit. Mereka akan menyasar kerumunan massa 22 Mei di depan KPU," kata Karooenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, di Bogor, Sabtu (18/5/2019).

BACA JUGA:

Polisi Pantau Aktivitas Mantan Napi Teroris di Banten

Terduga Teroris di Cibinong Pernah Ajak Teman Sesama Juru Parkir untuk Jihad

Densus 88 Tangkap Tukang Servis Komputer di Gresik

Selain Kantor KPU RI, kelompok teroris Firkih Abu Hamzah ini juga akan menyerang anggota kepolisian yang sedang bertugas di lapangan. Namun, untuk tempat dan waktunya dilakukan secara acak.

"Sasaran mereka ada dua pertama KPU dan kedua thoghut artinya menyasar aparat kepolisian yang sedang melakukan tugas tempat dan waktunya kapan saja. Bisa dengan bomber atau diletakkan," ujar Dedi.

Dedi menyebut, pun menyebut bahwa terduga E memiliki keahlian dalam merakit berbagai jenis bom. Bahkan, ia mempunyai laboratorium perakitan bom dengan berdaya ledak tinggi di dalam rumahnya.

"Kemampuan merakit tingkatannya juga jauh lebih tinggi di banding JAD Bekasi atas nama EY. Bukan hanya TATP tapi berabagi senyawa dicoba. Makanya dia memiliki laboratorium untuk membuat bom alat-alatnya sudah disiapkan," ujar Dedi.


Editor : Djibril Muhammad