Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ini Alasan Rusia-China 'Tak Dukung' Iran saat Voting Resolusi DK PBB soal Serang Negara Teluk
Advertisement . Scroll to see content

Politikus PKS Sebut Vaksin Covid-19 dari China Belum Dibahas Detail di DPR

Sabtu, 15 Agustus 2020 - 14:40:00 WIB
Politikus PKS Sebut Vaksin Covid-19 dari China Belum Dibahas Detail di DPR
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat mengecek persiapan uji klinis tahap 3 vaksin antivirus corona (Covid-19) di Bandung, Jawa Barat. (Foto: Setneg Presiden)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kurniasih Mufidayati menyebutkan vaksin antivirus corona (Covid-19) dari perusahaan China, Sinovac Bitotech belum pernah dibahas detail dengan Komisi IX DPR. Menurut dia, rapat terpadu dengan pemerintah dan berbagai stakeholder pada 14 Juli 2020 membahas soal pengembangan vaksin corona produk dalam negeri.

Anggota Komisi IX DPR ini mengatakan, yang dipresentasikan dalam rapat tersebut yakni tahapan dan perencanaan vaksin buatan dalam negeri yang belakangan diberi nama "Merah Putih." Komisi Kesehatan pun mendukung vaksin lokal ini.

"Ya ada sempet dibahas ya tapi belum sampai dibahas detail seperti rencana yang dilakukan Kemenristek, Kemenkes, yang memang hasil dari kita sendiri. Waktu itu fokus pembahasannya pada vaksin yang dihasilkan oleh kita oleh Eijkman lembaga penelitian kita di Indonesia," tuturnya.

Hal itu disampaikan Kurniasih di acara Polemik MNC Trijaya bertajuk "Menanti Vaksin Covid-19" secara virtual di Jakarta, Sabtu (15/8/2020). "Ya bukan kaget, (tapi) enggak pernah dibahas, belum dibahas secara detail karena mungkin datengnya pada saat reses kan jadi mungkin untuk penganggaran dan lain-lainnya mungkin baru akan dibahas beberapa waktu ke depan nanti mungkin," ujarnya.

Kurniasih mengungkapkan, Komisi IX DPR secara prinsip memahami pemerintah yang sedang berupaya memberikan penanganan terbaik kepada rakyat Indonesia. Namun, dia mengaku, pada saat rapat dengan DPR, pembahasan yang mendetail hanyalah vaksin lokal, bukan yang hasil kerja sama dengan perusahaan China.

"Tetapi kita dari Komisi IX sangat konsen dengan vaksin yang benar-benar memenuhi kriteria gitu ya. Pertama, yang saat itu kita diskusikan sangat mendalam sampai malam itu diskusi rapat kita ya Prof Amin yah mendetail sekali gitu kita bahas. Makanya kita agak kaget ketika ada vaksin lain yang dihadirkan di Indonesia tapi tidak didiskusikan dan tidak dikoordinasikan ataupun dibahas di Komisi IX," tuturnya.

Seperti diketahui PT Bio Farma (Persero) melakukan uji klinis fase ketiga vaksin potensial untuk melawan pandemi virus corona (Covid-19) pada Agustus ini. Vaksin yang diberi nama CoronaVac ini merupakan pengembangan perusahaan asal China, Sinovac Biotech Ltd.

Koordinator Uji Klinis Vaksin Covid-19 Kusnandi Rusmil mengatakan, PT Bio Farma (Persero) akan bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) terkait uji klinis tersebut. Sedangkan pengujian akan dilakukan di enam lokasi berbeda di Kota Bandung, Jawa Barat yakni Kampus Universitas Padjadjaran di Jalan Eyckman, Kampus Universitas Padjadjaran Dipatiukur, Puskesmas Garuda, Puskesmas Dago, Puskesmas Sukapakir dan Puskesmas Ciumbuleuit.

Editor: Djibril Muhammad

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut