Polri: Polda Papua Bentuk Tim Usut Tewasnya Adik Sepupu Edo Kondologit

Puteranegara Batubara · Senin, 31 Agustus 2020 - 10:32:00 WIB
Polri: Polda Papua Bentuk Tim Usut Tewasnya Adik Sepupu Edo Kondologit
Kadiv Humas Polri Irjen Polisi Argo Yuwono. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Mabes Polri merespons video viral politikus Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Ehud Edward Kondologit (Edo Kondologit) yang menuntut keadilan atas meninggalnya adik sepupu berinisial YKR. Artis asal Papua itu menduga YKR meninggal dunia dalam tahanan Polres Sorong Kota lantaran dianiaya anggota polisi.

Kadiv Humas Polri Irjen Polisi Argo Yuwono mengatakan, Polda Papua Barat telah membentuk tim untuk mengusut kasus tersebut. "Kapolda Papua Barat telah membuat tim yang dipimpin Direskrimum Polda Papua Barat dan Kabid Propam Polda Papua Barat guna menyelidiki apakah ada kesalahan prosedur terhadap tindakan anggota," ujarnya saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (31/8/2020).

Polri, Argo memastikan, akan menindak tegas anggotanya yang terbukti melanggar. "Apabila ada pelanggaran yang dilakukan anggota tentunya akan ditindak," ucap mantan kabiro penmas Divisi Humas Polri ini.

Sebelumnya, dalam video berdurasi 02.21 menit yang diunggah netizen bernama Yudith Urbinas dalam laman Facebook-nya pada Sabtu, 29 Agustus 2020, terlihat Edo mengenakan pakaian serba hitam sangat emosional. Edo meminta keadilan hukum kepada negara atas terbunuhnya adik dari bibinya yang tewas diduga dianiaya di dalam ruang tahanan Polres Sorong Kota pada Kamis (27/8/2020).

Adik Edo berinisial YKR sebelumnya diserahkan keluarga ke polisi karena diduga kuat membunuh ibu rumah tangga (IRT). Nahas, baru beberapa saat dijebloskan ke tahanan Polres Sorong Kota, YKR justru kehilangan nyawa setelah dilarikan ke RS Sele be Solu Kota Sorong.

Dalam video tersebut, Edo berteriak dengan sangat emosi, meminta agar Polda Papua Barat dan Propam mengusut dan memeriksa seluruh jajaran yang ada di Polres Sorong Kota. Yaitu mulai dari petugas piket yang bertugas pada saat kejadian adik sepupunya dianiaya, termasuk Kapolres Sorong Kota juga harus diperiksa.

"Tidak ada keadilan di Tanah Papua Ini. Saya sudah sakit hati sekali dengan perlakuan ketidakadilan di negeri ini. Kita menuntut keadilan, kami pihak keluarga meminta agar Propam proses Polsek, petugas piket sampai Kapolres. Adik kami adalah korban dari sistem yang ambruk," kata Edo dalam video.

Editor : Djibril Muhammad