Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : PDIP Dicap Abu-Abu, Ini Jawaban Ganjar Pranowo
Advertisement . Scroll to see content

Posisi Partai Penyeimbang Disorot, PDIP Buka Suara

Minggu, 21 Juni 2026 - 14:18:00 WIB
Posisi Partai Penyeimbang Disorot, PDIP Buka Suara
Politisi PDIP Deddy Yevri Sitorus. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Ketua DPP PDIP Deddy Yevri Sitorus merespons pernyataan sejumlah kader partai politik (parpol) yang belakangan ini menyoroti posisi Partai Banteng sebagai penyeimbang. Dia mengaku heran dengan pernyataan tersebut.

"Saya melihat sikap partai-partai ini sungguh mengherankan dan tidak pada tempatnya," kata Deddy dalam keterangannya, Minggu (21/6/2026).

Dia menjelaskan sistem ketatanegaraan Indonesia tidak mengenal oposisi secara formal, yang ada adalah partai di dalam dan luar pemerintahan.

PDIP, kata dia, dengan jelas telah menyatakan posisi di luar kabinet. Akan tetapi, tetap menjalankan fungsi pengawasan yang konstitusional melalui mekanisme DPR.

Deddy menegaskan sikap ini tak ambigu, namun mandat rapat kerja nasional (rakernas) PDIP yang sudah dijalankan secara konsisten.

"Justru yang perlu dipertanyakan mengapa partai-partai ini begitu khawatir dengan keberadaan PDI Perjuangan? Apakah karena kurang percaya diri? Atau ada kegalauan di internal koalisi sehingga mencari kambing hitam?," tutur dia.

"Kedua, jika ada partai yang tidak nyaman dengan situasi politik saat ini, silakan keluar dari pemerintahan. Tidak perlu membuat isu aneh dan menyeret-nyeret PDI Perjuangan. Ini bukan cara berpolitik yang elegan," imbuhnya.

Anggota Komisi III DPR itu mengingatkan, di era Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), PDIP tidak pernah mempersoalkan posisi partai yang masuk atau tidak dalam kabinet. 

"Kami menghormati pilihan politik masing-masing. Kenapa sekarang malah ramai-ramai partai koalisi sibuk mengurusi internal PDI Perjuangan? Ini tidak berhak dan tidak etis," tuturnya.

Sebelumnya, Ketua Fraksi PKB di DPR, Jazilul Fawaid meminta PDIP menunjukkan sikap tegasnya terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Hal ini dikatakan Jazilul menanggapi keikutsertaan politisi PDIP, Andi Widjajanto dalam aksi demonstrasi mahasiswa beberapa hari yang lalu.

"Saya harap, mengambil sikap yang tegas saja. Kalau di oposisi, oposisi. Jangan abu-abu," kata pria yang akrab disapa Gus Jazil di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Waketum DPP PKB itu menyebut semua partai-partai politik pendukung pemerintah tengah menjaga soliditas untuk menjalankan semua program Presiden Prabowo Subianto.

"Iya, jangan abu-abu sikapnya. Selama ini kan kita, ataupun yang ada di barisan pemerintah ini kan menghormati semua pendapat dari yang lain. Tapi, kalau ada kesan mengganggu, itu tidak baik untuk menjalankan program, gitu. Jadi, posisinya supaya gentle saja," ujarnya.

Dia juga menyinggung posisi PDIP sebagai partai penyeimbang sebagaimana yang disampaikan para elitenya. Dia menyebut posisi itu justru tidak menunjukkan kejelasan.

"Karena selama ini memang ada kesan gitu, di sana dan di sini, belum tegas posisinya. Menyeimbangkan kayak apa? Itu enggak paham," ucap dia.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut