Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BPS Lapor Orang Miskin di RI Tembus 23,36 Juta, Terbanyak di Wilayah Ini
Advertisement . Scroll to see content

PPKM Berlevel di Jawa Bali Kini Berlaku 2 Pekan

Senin, 20 September 2021 - 18:13:00 WIB
PPKM Berlevel di Jawa Bali Kini Berlaku 2 Pekan
Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) mengatakan PPKM berlevel di wilayah Pulau Jawa dan Bali kini diberlakukan dua pekan. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - PPKM berlevel di wilayah Pulau Jawa dan Bali kini diberlakukan dua pekan. Sebelumnya pelaksanaan PPKM di Jawa Bali berlaku satu pekan.

Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menjelaskan keputusan itu diambil setelah dilakukan rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini, Senin (20/9/2021).

“Dalam arahan ratas hari ini diputuskan bahwa dengan melihat perkembangan yang ada maka perubahan level diberlakukan selama dua minggu untuk Jawa Bali,” katanya.

Meski begitu Luhut memastikan evaluasi akan tetap dilakukan setiap pekannya. Hal ini untuk mengantisipasi perubahan kondisi yang begitu cepat.

“Namun evaluasi tetap dilakukan setiap minggunya untuk mengantisipasi perubahan-perubahan yang terjadi begitu cepat. Kami tidak akan melakukan perubahan-perubahan drastis. Saya mohon pengertian masyarakat untuk hal ini. Karena kami tidak ingin membuat kesalahan dan banyak hal yang tidak kita ketahui soal delta varian,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut Luhut menyebutkan saat ini tidak ada lagi daerah di Jawa dan Bali yang memberlakukan PPKM Level 4.

“Saya sampaikan bahwa saat ini tidak ada lagi kabupaten/kota yang berada di Level 4 di Jawa dan Bali. Jadi semua pada Level 3 dan 2,” katanya.

Dia mengatakan berbagai capaian tersebut harus patut disyukuri. Namun, dia kembali menekankan agar seluruh elemen bangsa Indonesia tetap waspada.

“Namun demikian Presiden dalam ratas tadi pagi mengingatkan kami semua, mengingatkan kita semua agar kita tetap waspada dan hati-hati. Karena banyak negara setelah beberapa saat seperti ini kemudian naik begitu cepat. ini yang harus kita waspadai risiko peningkatan kasus tinggi dan bisa terjadi sewaktu-waktu,” ujarrnya.

Editor: Rizal Bomantama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut