Prabowo: Anggaran Pertahanan Termasuk Tertinggi, Jangan sampai Ada Kebocoran
JAKARTA, iNews.id - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menegaskan kementerian yang dipimpinnya selalu melakukan perbaikan. Perbaikan itu terutama dalam penggunaan anggaran.
Hal tersebut bertujuan agar pertanggungjawaban dapat disajikan secara wajar sesuai Standar Akuntansi Pemerintah.
Prabowo mengatakan, Kementerian Pertahanan (Kemhan) diberikan anggaran yang cukup besar. Oleh karenanya, dia meminta agar dapat dikelola dengan baik dan tidak terjadi kebocoran anggaran.
Hal itu dikatakan Prabowo saat Entry Meeting Pemeriksaan BPK RI atas Laporan Keuangan (LK) Kemhan Tahun 2021, di Kantor Kemhan, Jakarta Pusat, Kamis (17/2/2022).
Infografis Alutsista Canggih yang Diborong Prabowo sejak Jabat Menhan
"Anggaran pertahanan termasuk tertinggi. Hal itu merupakan tanggung jawab yang harus dijaga. Jangan sampai ada kebocoran-kebocoran anggaran. Hal ini sebagai bagian dari pertanggungjawaban kita kepada negara,” tegas Prabowo.
Eks KSAU Apresiasi Prabowo Borong 42 Jet Tempur Rafale
Dia mengatakan, tujuan pemeriksaan laporan keuangan salah satunya memberikan pernyataan opini tentang tingkat kewajaran informasi yang disajikan dalam Laporan Keuangan Pemerintah.
Berkaitan dengan hal tersebut, BPK RI akan melaksanakan Pemeriksaan di masing-masing UO selama 90 hari. Di mana pemeriksaan telah dimulai sejak tanggal lalu.
Kopral Ini Berani Terang-terangan Tolak Gagasan Prabowo Subianto
Menhan menekankan kepada Satker di agar senantiasa berkoordinasi dan menyiapkan data dukung dan informasi yang diperlukan tim pemeriksa BPK RI. Untuk diketahui, Kemhan telah tiga kali berturut-turut memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK.
"Hal itu guna mewujudkan pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan yang transparan serta akuntabel," jelasnya.
Sementara itu, dalam acara tersebut tampak hadir KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman, KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, Wamenhan M. Herindra, Sekjen Kemhan Marsdya TNI Donny Ermawan Taufanto, Irjen Kemhan Letjen TNI Ida Bagus Purwalaksana dan Irjen TNI Letjen TNI (Mar) Bambang Suswantono.
Editor: Ahmad Antoni