Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo: Kita Masih Kurang Pandai Kelola Air, Kadang-kadang Jadi Banjir
Advertisement . Scroll to see content

Prabowo bakal Bangun 7.000 Sekolah Terintegrasi di Setiap Kecamatan

Senin, 20 Oktober 2025 - 17:05:00 WIB
Prabowo bakal Bangun 7.000 Sekolah Terintegrasi di Setiap Kecamatan
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rencana pembangunan Sekolah Terintegrasi yang akan didirikan di setiap kecamatan. (Foto: Sekretariat Presiden)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rencana pembangunan Sekolah Terintegrasi yang akan didirikan di setiap kecamatan. Hal tersebut disampaikan Kepala Negara dalam Sidang Kabinet Paripurna bertepatan dengan Setahun kepemimpinan Prabowo-Gibran di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025). 

Untuk mewujudkan hal tersebut, Prabowo meminta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti membentuk Satgas Khusus Sekolah Terintegrasi.

Prabowo menjelaskan, pemerintah akan membangun sebanyak 7.000 sekolah terintegrasi dan tersedia di setiap kecamatan di seluruh wilayah Indonesia.

"Masih dalam konsep, sedang saya susun, saya minta Mendikti Saintek dan Mendikdasmen menyusun satgas khusus untuk mempelajari kita membangun sekolah terintegrasi di setiap kecamatan. Mungkin kita harus bangun 7.000 sekolah terintegrasi," kata Prabowo.

Prabowo menambahkan, rencana pembuatan sekolah terintegrasi karena fenomena menurunnya jumlah murid di sejumlah sekolah, dan bangunan sekolah pada jenjang SD, SMP, SMA/SMK saat ini terpisah.

"Jadi, ini tidak efisien, mungkin kita konsolidasikan, tapi di satu kecamatan ada satu sekolah yang fasilitasnya sangat baik, tiap sekolah terintegrasi harus punya laboratorium yang sangat bagus, matematika, kimia, biologi, bahasa," tuturnya.

Prabowo menjelaskan perbedaan antara sekolah rakyat dan sekolah terintegrasi. Nantinya, murid-murid sekolah terintegrasi tidak akan ditempatkan di satu asrama seperti sekolah rakyat. 

"Jadi, fasilitas sekolah rakyat dikurangi berasrama supaya keluar dari lingkungan kemiskinan, jadi dia punya kepercayaan diri. Tapi yang sekolah terintegrasi dia pulang pergi tidak berasrama," ujar Prabowo.

"Artinya apa? Kita harus berani, kita harus siapkan bus-bus antar jemput. Saya kira ini jalan keluar, saya minta dalami ini, susun, dan kita mulai kerja. Mungkin 2026 sudah ada sebagian sekolah-sekolah terintegrasi ini," ucapnya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut