Prabowo Bangga Alumni SMA Taruna Nusantara Banyak Duduki Jabatan Penting, Ungkap Daftarnya
JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan banyak alumni SMA Taruna Nusantara yang kini menduduki jabatan strategis di pemerintahan. Dia mengaku bangga karena para lulusan sekolah tersebut menunjukkan kinerja dan prestasi yang baik.
Prabowo menyampaikan hal itu saat meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi, Jumat (30/10/2026). Dia mengatakan sekolah yang berpusat di Lembah Tidar, Magelang, tersebut telah melahirkan banyak lulusan berprestasi sejak pertama kali beroperasi pada 1990.
Prabowo menjelaskan, pendirian SMA Taruna Nusantara tidak terlepas dari gagasan mantan Panglima ABRI Jenderal Benny Moerdani. Kini, setelah 36 tahun berdiri, sejumlah alumninya telah mengisi posisi penting di kabinet maupun lembaga pemerintahan.
"Dibentuk waktu itu oleh Panglima ABRI waktu itu, Pak Benny Moerdani dan sekarang hasilnya sudah ada Menteri Koordinator, sudah ada berapa? Ada dua, Menko. Sudah ada Jenderal, sudah ada Mensesneg, sudah ada Seskab, sudah ada Kepala BMKG. Kepala BNPB, Kepala Lulusan TN (Taruna Nusantara) Kepala Badan Gizi Nasional TN," ujar Prabowo.
Dia juga mengakui semakin banyak alumni SMA Taruna Nusantara yang muncul dan berkiprah di lingkungan pemerintahan. Menurutnya, capaian para lulusan tersebut menjadi bukti kualitas pendidikan yang diberikan sekolah itu.
"Mungkin di Kabinet banyak sekali TN sudah mulai muncul. Dan saya harus katakan, saya harus akui yang dari TN kinerja dan prestasinya baik," ujar Prabowo.
Prabowo berharap para siswa yang saat ini menempuh pendidikan di SMA Taruna Nusantara dapat mengikuti jejak kesuksesan para seniornya. Dia juga meminta mereka menjadikan nilai-nilai kebangsaan sebagai bekal dalam menempuh pendidikan dan mengabdi kepada negara.
"Anak-anakku yang masih mulai sepak terjangmu. Saya percaya kalian akan berbuat yang terbaik. Kalian akan belajar yang terbaik. Kalian akan mengambil nilai-nilai dari SMA Taruna Nusantara. Nilai-nilai SMA Taruna Nusantara adalah nilai kebangsaan," ucapnya.
Editor: Donald Karouw