Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mensos Ungkap Tantangan Sekolah Rakyat, Soroti Siswa SMA Belum Bisa Baca
Advertisement . Scroll to see content

Prabowo Bangun 265 Sekolah Rakyat dalam 2 Tahun, Buka Akses Pendidikan 45.000 Anak

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:42:00 WIB
Prabowo Bangun 265 Sekolah Rakyat dalam 2 Tahun, Buka Akses Pendidikan 45.000 Anak
Presiden Prabowo Subianto telah membangun 265 Sekolah Rakyat dalam dua tahun pertama pemerintahannya. (Foto: Sekterariat Kabinet)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto telah membangun 265 Sekolah Rakyat dalam dua tahun pertama pemerintahannya. Program tersebut membuka kesempatan bagi lebih dari 45.000 anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan akses pendidikan dan kembali bersekolah.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya membagikan pengalamannya saat mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Dia mengaku sengaja datang tanpa pemberitahuan sebelumnya untuk melihat langsung keseharian para siswa, termasuk aktivitas mereka menjelang waktu istirahat malam.

“Tadi malam, sepulang dari Hambalang, saya menyempatkan diri mampir ke Sekolah Rakyat Terintegrasi di Cikarang, Jawa Barat. Sengaja datang tanpa pemberitahuan sebelumnya, karena ingin melihat langsung keseharian anak-anak menjelang waktu istirahat malam,” ujar Teddy dalam keterangan tertulis, Senin (26/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Teddy mengaku terharu melihat kondisi sekolah yang memiliki gedung baru, lokasi strategis, serta fasilitas lengkap untuk menunjang kegiatan belajar dan kehidupan para siswa.

Dia juga mengapresiasi dedikasi para tenaga pendidik dan wali asrama yang mendampingi siswa setiap hari. Menurutnya, peran mereka penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman bagi anak-anak.

“Kepala sekolahnya seorang guru bahasa Inggris, didukung para guru dan wali asrama yang hebat-hebat, yang dengan penuh perhatian mendampingi anak-anak setiap harinya,” ucap dia.

Teddy turut meluangkan waktu untuk bercengkerama dengan para siswa. Dari pertemuan tersebut, dia mendengar berbagai cerita tentang kehidupan mereka serta harapan yang tumbuh sejak mendapatkan kesempatan bersekolah di Sekolah Rakyat.

Salah satu cerita yang menarik perhatiannya adalah kisah Al Tariq, siswa yang kehilangan kedua orang tuanya sejak berusia tiga tahun. Kini, melalui Sekolah Rakyat, Al Tariq kembali mendapatkan kesempatan untuk belajar dan mengejar cita-citanya.

“Saya juga berkesempatan mendengar banyak cerita dari anak-anak. Salah satunya Al Tariq, yang sejak usia 3 tahun telah kehilangan kedua orang tuanya. Kini, di Sekolah Rakyat, ia kembali memiliki kesempatan untuk belajar dan punya cita-cita besar, ingin menjadi dokter spesialis terhebat di Indonesia suatu hari nanti,” ujar Teddy.

Teddy berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi salah satu jalan bagi anak-anak Indonesia untuk mengembangkan potensi dan meraih masa depan yang lebih baik, tanpa terkendala latar belakang keluarga maupun kondisi ekonomi.

“Semoga seluruh anak-anak Indonesia tanpa terkecuali, dapat meraih cita-cita mereka kelak,” pungkas Teddy.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut