Prabowo Dapat 8 Kali Tepuk Tangan saat Pidato di Rusia, Ini Momen-momennya
JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto mendapat delapan kali tepuk tangan dari peserta Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026). Tepuk tangan terdengar baik saat Prabowo menyampaikan pidato maupun ketika menjawab pertanyaan dalam sesi tanya jawab.
Tepuk tangan pertama diberikan setelah Prabowo menyampaikan keinginannya membalas keramahan pemerintah Rusia dengan mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin dan para peserta forum untuk datang ke Indonesia.
"Ini adalah kelima kalinya sejak saya menjadi Presiden Indonesia, saya bertemu dengan Presiden Putin. Saya menantikan untuk membalas keramahan yang diberikan Rusia kepada saya dan menyambut Presiden Putin serta banyak dari Anda di Indonesia," ujar Prabowo.
Tepuk tangan kedua terdengar ketika Prabowo menjelaskan sikap politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Dia menegaskan Indonesia tidak berniat bergabung dengan aliansi militer mana pun, tetapi tetap membuka ruang kerja sama ekonomi dengan seluruh negara.
"Indonesia telah sangat terbuka selama beberapa dekade. Kami terbuka mengenai kebijakan-kebijakan kami. Kami selalu mengatakan bahwa kami ingin memiliki hubungan terbaik dengan semua negara, dengan semua kekuatan besar. Kami, berdasarkan tradisi, kami nonblok. Seperti yang saya katakan, kami tidak tergabung dalam aliansi militer mana pun. Kami menghormati semua kekuatan," ujarnya.
Tepuk tangan ketiga diberikan saat Prabowo mengingat kembali hubungan persahabatan Indonesia dan Rusia yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Dalam kesempatan tersebut, dia juga menyinggung peran Uni Soviet dalam mendukung Indonesia pada masa awal kemerdekaan.
Selanjutnya, tepuk tangan keempat terdengar setelah Prabowo mengutip pepatah Rusia dan menghubungkannya dengan nilai gotong royong di Indonesia.
"Saya mengerti bahwa orang Rusia memiliki pepatah, odin v pole ne voin. Tidak akan ada kemenangan jika Anda berjuang sendirian. Di Indonesia, kami memiliki pepatah yang sama, kami menyebutnya gotong royong. Beban berat menjadi ringan saat kita memikulnya bersama," kata Prabowo.
Tepuk tangan kelima diberikan ketika Prabowo mendorong peningkatan kerja sama konkret antara Indonesia dan Rusia. Dia menyebut sejumlah sektor yang dapat dikembangkan bersama, mulai dari pembukaan rute pelayaran dan penerbangan langsung, perdagangan, produksi pangan, pupuk, energi, obat-obatan hingga teknologi.
Setelah menutup pidatonya dengan ucapan terima kasih dalam beberapa bahasa, termasuk bahasa Rusia, Prabowo kembali mendapat tepuk tangan keenam dari peserta forum. Tepuk tangan tersebut berlangsung cukup lama.
"Terima kasih. Spasibo bolshoye. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Shalom, Salve. Semoga perdamaian menyertai kita semua. Terima kasih," tutup Prabowo dalam pidatonya.
Tepuk tangan ketujuh terdengar ketika Prabowo hendak meninggalkan podium dan kembali ke tempat duduknya.
Sementara itu, tepuk tangan kedelapan muncul setelah Prabowo menjawab pertanyaan moderator mengenai cara Indonesia menjaga keseimbangan hubungan dengan Rusia maupun negara-negara Barat.
Prabowo menegaskan Indonesia memilih menjalin hubungan baik dengan seluruh negara dan tidak ingin menjadikan kerja sama dengan satu kelompok sebagai upaya untuk berhadapan dengan kelompok lainnya.
"Kami ingin memiliki hubungan terbaik dengan semua negara. Kami tidak akan bekerja sama dengan satu kelompok untuk melawan kepentingan kelompok lainnya," tegas Prabowo.
Editor: Rizky Agustian