Prabowo di Hadapan Narendra Modi: Saya Punya DNA India
JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto mengaku pernah melakukan tes sekuensing genom yang dilakukan sebelum kunjungan kenegaraannya ke India pada awal 2025. Hasilnya, dia memiliki DNA India.
Cerita ini dibagikan Prabowo di hadapan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi saat menghadiri acara Indian Community Reception yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Selasa (7/7/2026) malam.
"Sebelum melakukan kunjungan kenegaraan ke India, saya menjalani tes sekuensing genom atau tes DNA. Setelah diperiksa, saya menemukan bahwa saya memiliki DNA India. Tidak, sungguh, ini benar," kata Prabowo.
Pernyataan itu langsung disambut tawa dan tepuk tangan para hadirin. Prabowo kemudian mengungkapkan hasil tes tersebut bisa jadi alasan dirinya selalu terbawa suasana saat mendengar musik India.
"Karena itulah saya merasa setiap kali mendengar musik, terutama musik India, tubuh saya selalu ingin ikut bergerak," ujarnya.
Pada kesempatan itu, Prabowo juga melontarkan candaan sebagian menteri di kabinetnya kemungkinan memiliki DNA India. Pasalnya, mereka sama-sama gemar menari dan menyanyikan lagu-lagu India.
"Mungkin sebagian besar dari mereka juga memiliki DNA India. Ini benar. Banyak menteri saya yang bisa menyanyikan lagu-lagu India dengan sangat baik," kata Prabowo yang kembali mengundang tawa termasuk Modi.
Prabowo di momen itu juga kemudian mengenang momen kehormatan yang diterimanya saat menjadi tamu utama pada peringatan Hari Republik India pada 2025 lalu. Menurutnya, momen tersebut memiliki makna historis karena Presiden pertama RI Sukarno juga menjadi tamu utama perayaan Hari Republik India yang pertama pada 1950.
"Saya sangat terhormat menjadi tamu utama karena perayaan Hari Republik pertama India adalah pada tahun 1950 dan tamu utama saat itu adalah Presiden pertama Indonesia, Presiden Soekarno. Jadi, takdir menjadikan saya Presiden kedelapan Republik Indonesia," ujar dia.
Dalam sambutannya, Prabowo juga kembali menegaskan kekagumannya secara pribadi kepada Modi.
"Sekali lagi, saya tidak ikut campur dalam politik domestik India, tetapi saya adalah pengagum pribadi Shri Narendra Modi," katanya.
Prabowo juga menegaskan demokrasi bukanlah sistem yang mudah dijalankan. Meski demikian, dia meyakini demokrasi tetap menjadi sistem terbaik untuk mewujudkan kehidupan bernegara yang adil dan inklusif.
"Demokrasi bukanlah jalan yang mudah, bukan sistem yang mudah. Itu tidak mudah. Terkadang itu sangat berantakan. Tapi saya pikir kita setuju bahwa itu adalah sistem terbaik untuk keadilan, untuk harapan, untuk inklusivitas," ucapnya.
Menurut Prabowo, demokrasi tidak terlepas dari berbagai tantangan, mulai dari ancaman hingga upaya sejumlah pihak yang ingin melemahkan sistem tersebut. Namun, dia menegaskan tantangan tersebut tidak mengurangi komitmen untuk terus menjaga dan mempertahankan demokrasi.
"Ada bahaya-bahaya dalam demokrasi. Ada jebakan. Ada rintangan. Ada orang yang ingin membajak demokrasi. Tapi kita tidak bisa menyerah. Kita harus percaya pada demokrasi dan kita harus berusaha untuk mempertahankan demokrasi. Ini adalah cara terbaik dari semua sistem yang telah kami coba, yang telah dicoba oleh peradaban manusia," tegasnya.
Lebih lanjut, Prabowo mengapresiasi keberhasilan India sebagai negara demokrasi dengan jumlah penduduk terbesar di dunia yang mampu menjaga stabilitas pemerintahan di tengah keberagaman. Menurutnya, keberhasilan India mewujudkan transisi pemerintahan yang berlangsung damai selama bertahun-tahun merupakan pencapaian yang dapat dipelajari oleh Indonesia.
"Kami melihat India, sebuah negara berpenduduk 1,4 miliar orang, banyak, banyak kelompok etnis seperti kami, banyak bahasa regional yang berbeda. Tetapi mengelola begitu banyak tahun transisi pemerintahan yang damai di banyak negara bagian. Dan di Uni India itu sendiri, ini adalah pencapaian yang luar biasa," tuturnya.
"Indonesia, saya sendiri juga mempelajari ini dan mengikuti pencapaian luar biasa dari India," sambungnya.
Prabowo mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus belajar dari pengalaman India dalam memperkuat demokrasi. Menurutnya, pembelajaran tersebut merupakan hal penting bagi Indonesia sebagai negara yang juga memiliki banyak keberagaman.
"Yang penting adalah masyarakat Indonesia harus belajar dari pengalaman India," pungkasnya.
Editor: Rizky Agustian