Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo Bawa 3 Pesan Utama RI di KTT BRICS: Mandiri, Bersatu, dan Tata Kelola Dunia Lebih Adil
Advertisement . Scroll to see content

Prabowo di KTT BRICS: RI Bertahun-tahun jadi Pengimpor, Kini Negara Pengekspor

Senin, 14 September 2026 - 11:26:00 WIB
Prabowo di KTT BRICS: RI Bertahun-tahun jadi Pengimpor, Kini Negara Pengekspor
Presiden Prabowo Subianto mengungkap transformasi sektor pangan Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Minggu (13/9/2026). (Foto: ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto mengungkap transformasi sektor pangan Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Minggu (13/9/2026). Dia menyebut Indonesia mulai beralih dari negara yang bergantung pada impor kini menjadi negara pengekspor.

Dalam sesi bertema Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability: Shaping the Future for Inclusive Global Growth, Prabowo mengatakan Indonesia sebelumnya menjadi salah satu negara pengimpor terbesar untuk sejumlah komoditas pangan.

“Selama bertahun-tahun, Indonesia merupakan salah satu negara pengimpor terbesar untuk komoditas pangan seperti gandum, beras, dan jagung,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, kondisi tersebut mulai berubah seiring dengan penguatan sektor pangan nasional. Indonesia kini bertekad meningkatkan kontribusinya dalam penyediaan pangan untuk dunia.

“Kini, kita telah menjadi negara pengekspor dan ke depan kita akan mampu meningkatkan kontribusi serta dukungan bagi dunia,” ujarnya.

Dia menilai transformasi sektor pangan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga membuka peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan peran dalam rantai nilai global.

“Ini dapat menjadikan sektor pangan dan perdagangan komoditas biji-bijian sebagai sebuah peluang, sekaligus memperkuat posisi kita dalam rantai nilai global,” kata Prabowo.

Di hadapan para pemimpin negara BRICS, Prabowo juga menekankan pentingnya membangun konektivitas rantai pasok di antara negara-negara anggota.

Menurut dia, BRICS telah memiliki kekuatan rantai pasok yang besar. Tantangannya adalah menghubungkan dan mengoptimalkan kekuatan tersebut agar mampu menciptakan nilai tambah lebih besar bagi seluruh negara anggota.

“Tugas kita adalah menghubungkan dan mengoptimalkannya, sehingga kekuatan yang sudah kita miliki ini dapat menghasilkan nilai yang lebih besar bagi kita semua,” ujarnya.

Prabowo kemudian menawarkan langkah konkret berupa penguatan industrialisasi bersama antarnegara BRICS. Dia mendorong negara-negara anggota untuk mengoptimalkan sumber daya dan kapasitas yang dimiliki secara bersama.

“Karena itu, izinkan saya menawarkan sesuatu yang konkret. Mari kita melakukan industrialisasi bersama. Mari kita mengoptimalkan sumber daya dan kapasitas yang kita miliki bersama,” kata Prabowo.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut