Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo Pimpin Sidang Kabinet 2 Tahun Pemerintahan, Singgung Perang hingga Persaingan Kekuatan Besar
Advertisement . Scroll to see content

Prabowo Jawab Kritik Kabinet Gemuk: Indonesia Sebesar Eropa, Mana yang Tidak Efisien?

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:19:00 WIB
Prabowo Jawab Kritik Kabinet Gemuk: Indonesia Sebesar Eropa, Mana yang Tidak Efisien?
Presiden Prabowo Subianto menjawab kritik kabinet gemuk dan tidak efisien saat membuka Sidang Kabinet Paripurna dua tahun pemerintahan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026). (Foto: Tangkapan Layar)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto menanggapi kritik yang menyebut kabinet pemerintahannya terlalu gemuk dan tidak efisien. Prabowo menegaskan, Indonesia merupakan negara besar dengan hampir 300 juta penduduk sehingga membutuhkan kerja sama banyak pihak untuk menjangkau masyarakat hingga pelosok.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat membuka Sidang Kabinet Paripurna untuk mengevaluasi 2 tahun pemerintahan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Prabowo mengatakan, besarnya koalisi pemerintah merupakan upaya menyatukan berbagai kekuatan untuk memperbaiki kehidupan masyarakat. Menurutnya, kerja bersama diperlukan untuk menjalankan program pemerintah di negara dengan wilayah yang luas.

“Koalisi kita besar, benar karena saya ingin sebanyak mungkin kekuatan bersatu untuk menjalankan perbaikan kehidupan rakyat kita,” kata Prabowo, Rabu (21/10/2026).

Dia kemudian menyinggung kritik yang menyebut kabinet gemuk dan tidak efisien. Prabowo membandingkan skala pemerintahan Indonesia dengan negara-negara di Eropa untuk menjelaskan tantangan mengelola wilayah Indonesia.

Prabowo mengingatkan bahwa Indonesia memiliki jumlah penduduk hampir 300 juta jiwa dan wilayah yang menurutnya setara dengan luas Eropa. Namun, Indonesia hanya memiliki satu kabinet untuk menjalankan pemerintahan di seluruh wilayah.

“Tapi saudara-saudara, saya ingatkan negara kita hampir 300 juta. Negara kita fisiknya sebesar Eropa. Eropa itu, 30 negara. Ada 30 kabinet. Ada 30 Menteri Keuangan. Ada 30 Panglima TNI. Ada 30 Jaksa Agung. Ada 30 Kapolri,” ujarnya.

Prabowo pun mempertanyakan anggapan bahwa kabinet pemerintahannya tidak efisien. Dia menggunakan perbandingan tersebut untuk menegaskan tantangan mengelola negara dengan cakupan wilayah dan jumlah penduduk yang besar.

“Indonesia satu kabinet saudara-saudara. Mana yang, mana yang tidak efisien? Mana yang tidak efisien?” kata Prabowo.

Selain membahas ukuran kabinet, Prabowo menyinggung persaingan politik di Indonesia. Dia menyebut jumlah posisi kepemimpinan terbatas meskipun terdapat banyak kekuatan politik yang ingin berperan dalam pemerintahan.

“Negara sebesar kita, dinamika politik sebesar kita, pasti persaingannya keras, kursi terbatas. Kok ada yang senyum ya? Pemimpin partai ini sadar kursi terbatas. Presiden hanya satu,” ucapnya.

Prabowo juga menyoroti upaya pemerintah menghadapi berbagai tantangan, termasuk bencana alam, gempa bumi, erupsi Gunung Anak Krakatau, dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dia menilai kerja sama antarelemen pemerintah diperlukan dalam menangani situasi tersebut.

“Dan kita mampu mengendalikan ada bencana alam, kita hadapi. Sumatera bagian utara kemarin habis-habisan kita turun. Gempa bumi, apa itu Krakatau, Karhutla kita kompak kita hadapi. Kita tidak puas, kita belajar,” tuturnya.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut