Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo Mundur dari Ketua Umum PB IPSI usai Menjabat 34 Tahun
Advertisement . Scroll to see content

Prabowo ke Rusia Besok, Bahas Energi dengan Vladimir Putin

Sabtu, 11 April 2026 - 15:07:00 WIB
Prabowo ke Rusia Besok, Bahas Energi dengan Vladimir Putin
Presiden Prabowo Subianto (foto: Sekretariat Presiden)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto akan berangkat kunjungan kerja ke Rusia pada Minggu (12/4/2026) besok. Presiden Prabowo bakal bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin.

Jadwal keberangkatan itu diungkapkan Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono.

"Berangkatnya minggu ini. Dalam minggu ini," ujar Sugiono di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Sabtu (11/4/2026).

"Iya (besok)," kata Sugiono saat dimintai penegasan oleh awak media.

Menlu memastikan, dalam kunjungan tersebut Prabowo dan Putin akan membahas sejumlah isu strategis global termasuk masalah situasi energi.

"Salah satu yang akan beliau diskusikan juga itu karena ini merupakan sesuatu yang sifatnya sangat strategis ya bagi bangsa Indonesia. Beliau akan bertemu dengan Presiden Putin dan juga akan membahas mengenai geopolitik dunia dan juga pasti membahas tentang situasi energi. Saya kira itu saja," katanya.

Sebelumnya, Prabowo telah berkunjung ke Jepang dan Korea Selatan (Korsel). Kunjungan itu menghasilkan sejumlah kesepakatan kerja sama bernilai total Rp575 triliun.

Selama di Jepang, Prabowo melakukan kunjungan kehormatan kepada Kaisar Naruhito hingga bertemu dengan Perdana Menteri Sanae Takaichi. Selain itu, Prabowo menghadiri forum bisnis Indonesia-Jepang yang menghasilkan sejumlah kesepakatan kerja sama bernilai total sebesar 23,63 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp401,71 triliun.

Sementara di Korsel, Prabowo dan Lee Jae Myung sepakat mendorong perluasan kemitraan komprehensif Indonesia-Korsel ke tingkat tertinggi.

Tak hanya itu, kunjungan Prabowo ke Korsel juga membawa hasil yang signifikan dalam sektor investasi yang ditandai dengan penandatanganan 10 nota kesepahaman (MoU) antara lembaga pemerintah, serta 17 MoU antara pelaku bisnis kedua negara senilai 10,268 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp174 triliun.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut