Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pidato di Rusia, Prabowo Tegaskan MBG Bagian dari Upaya Sejahterakan Rakyat
Advertisement . Scroll to see content

Prabowo Kutip Pepatah Rusia Odin v Pole Ne Voin, Punya Makna seperti Gotong Royong

Kamis, 03 September 2026 - 15:18:00 WIB
Prabowo Kutip Pepatah Rusia Odin v Pole Ne Voin, Punya Makna seperti Gotong Royong
Presiden Prabowo Subianto berpidato dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026). (Foto: BPMI Setpres)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto mengungkap persamaan pepatahRusia “odin v pole ne voin” dengan filosofi gotong royong yang menjadi bagian dari budaya Indonesia. Hal itu disampaikan Prabowo saat berpidato sebagai tamu kehormatan utama pada Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).

Prabowo mengatakan pepatah “odin v pole ne voin” memiliki pesan seseorang tidak akan memperoleh kemenangan jika berjuang sendirian. Menurutnya, semangat tersebut memiliki makna yang sama dengan gotong royong di Indonesia.

“Saya memahami bahwa rakyat Rusia memiliki sebuah pepatah: ‘Odin v pole ne voin.’ Tidak ada kemenangan jika kita berjuang sendirian,” kata Prabowo dalam pidatonya.

“Di Indonesia, kami memiliki pepatah yang sama, kami menyebutnya gotong royong. Beban seberat apa pun akan menjadi ringan ketika kita memikulnya bersama,” sambungnya.

Prabowo menilai persamaan tersebut menunjukkan Indonesia dan Rusia memiliki kearifan yang serupa meskipun berasal dari latar belakang bahasa dan budaya yang berbeda.

“Kita memiliki bahasa yang berbeda, tetapi memiliki kearifan kuno yang sama dari para leluhur kita,” ujarnya.

Menurut Prabowo, semangat kebersamaan tersebut juga harus menjadi landasan dalam memperkuat hubungan Indonesia dan Rusia. Kerja sama kedua negara, kata dia, harus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dia menyinggung berbagai bidang yang menjadi bagian dari kerja sama kedua negara, mulai perdagangan, transportasi, sistem pembayaran hingga proyek industri.

“Ada satu alasan agar seorang nelayan di Indonesia dan seorang pembuat kapal di Rusia sama-sama dapat melihat anak-anak mereka dan percaya bahwa hari esok akan lebih baik daripada hari ini,” katanya.

Prabowo menegaskan Indonesia terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai negara sebagai mitra yang berdaulat dan setara. Dia mengatakan Indonesia mengedepankan persahabatan dan kerja sama dalam membangun hubungan dengan negara lain.

“Bagi kami, 1.000 teman masih terlalu sedikit, sementara satu musuh sudah terlalu banyak,” kata Prabowo.

Dia menambahkan, kehadiran Indonesia di Vladivostok bukan sekadar untuk mengenang hubungan persahabatan dengan Rusia. Menurutnya, persahabatan tersebut harus diterjemahkan menjadi kerja sama konkret yang memberikan hasil nyata.

“Tahun lalu kami datang ke St. Petersburg untuk menjalin persahabatan, dan sekarang kami datang ke Vladivostok untuk mengubah persahabatan itu menjadi hasil yang nyata dan pragmatis,” ujarnya.

Prabowo kemudian mendorong penguatan kerja sama Indonesia dan Rusia di berbagai sektor strategis seperti pangan, pupuk, energi, obat-obatan hingga teknologi.

“Biarkan sovereign wealth fund kita, Danantara dan RDIF, bersama-sama membiayai proyek-proyek strategis,” katanya.

Prabowo berharap berbagai kesepakatan yang dicapai dalam EEF ke-11 tidak berhenti pada forum dan dokumen kerja sama. Dia ingin hasil kesepakatan tersebut dapat dirasakan langsung oleh masyarakat kedua negara.

“Mari kita pastikan setiap kesepakatan yang diumumkan di Vladivostok menghasilkan sesuatu yang dapat dilihat dan dirasakan langsung oleh rakyat kita,” ujar Prabowo.

Di tengah situasi global yang penuh tantangan, Prabowo menilai kerja sama dan kolaborasi menjadi pilihan penting bagi negara-negara di dunia. Dia pun mengibaratkan hubungan Indonesia dan Rusia sebagai upaya membangun jembatan di tengah kecenderungan sejumlah pihak membangun sekat.

“Biarlah forum ini dikenang sebagai forum ketika, pada saat sebagian pihak lain sedang membangun tembok, kita justru membangun jembatan,” ucap dia.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut