Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Lapor Prabowo, Kepala BGN Sebut Penerima MBG Hampir 20 Juta Orang
Advertisement . Scroll to see content

Prabowo Panggil Dasco hingga Kapolri ke Istana, Bahas Apa?

Selasa, 12 Agustus 2025 - 21:42:00 WIB
Prabowo Panggil Dasco hingga Kapolri ke Istana, Bahas Apa?
Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah pejabat ke Istana Merdeka (dok. Sekretariat Kabinet)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah pejabat ke Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (12/8/2025). Di antaranya ada Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad hingga Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. 

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya membenarkan adanya pertemuan tersebut.

"Hadir di antaranya Wakil Ketua DPR Prof Sufmi Dasco, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Herindra, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Prof Dadan Hindayana, serta Kepala Perum Bulog Rizal Ramdhani," ujar Teddy dalam keterangan resminya.

Pertemuan tersebut berlangsung secara tertutup. Teddy menjelaskan, pertemuan tersebut digelar untuk membahas isu-isu strategis yang tengah menjadi perhatian pemerintah.

“Termasuk (membahas) situasi keamanan dan ketahanan pangan nasional,” ucap Teddy.

Sebelumnya diberitakan, Kepala BGN Dadan Hindayana melapor kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah mendekati 20 juta orang.

"Penerima manfaatnya sudah di atas 15 juta dan insya Allah akan mendekati angka 20 juta," kata Dadan di Kompleks Istana.

Dalam kesempatan itu, Dadan menjelaskan bahwa sudah ada 5.103 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah aktif melayani MBG. Selain itu, akan ada 14.000 SPPG yang sedang dalam proses untuk beroperasi. 

Menurut Dadan, SPPG yang telah beroperasi merupakan hasil dari kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk TNI, kepolisian, BIN, NU, Muhammadiyah, Kadin dan lain-lain. Bahkan, kata Dadan, biaya pembangunan SPPG itu berasal dari uang para mitra tersebut.

"Apa yang mereka sudah lakukan itu satu satuan pelayanan itu membutuhkan kurang lebih antara Rp1,5 sampai Rp2 miliar," ujar Dadan. 

"Jadi, uang yang sudah beredar di masyarakat ini sudah triliun ya, sudah hampir Rp28 triliun dan itu adalah bukan uang APBN tetapi uang mitra," lanjutnya.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut