Prabowo Risih Banyak Spanduk dan Baliho Kotori Jalanan Kota: Tertibkan!
BOGOR, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian serius terhadap persoalan kebersihan dan keindahan kota. Hal itu ditekankan olehnya saat memberikan taklimat dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menggagas Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, Indah (ASRI) sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga kebersihan dan estetika lingkungan, khususnya di wilayah perkotaan.
Salah satu fokus dalam Gerakan ASRI adalah penertiban baliho dan spanduk yang dinilai mengganggu keindahan kota. Prabowo mengaku risih dengan maraknya baliho dan spanduk berukuran besar yang tersebar di berbagai daerah dan menutupi pemandangan kota.
Pengalaman itu dirasakannya saat berkunjung ke sejumlah daerah. Di Balikpapan, Kalimantan Timur, hingga Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Prabowo melihat spanduk besar yang mencolok di sepanjang jalan. Bahkan, kondisi serupa juga ditemuinya ketika hendak kembali ke kediamannya di Hambalang, Bogor.
Prabowo: Kalau Tidak Suka sama Saya, Silakan 2029 Bertarung
“(Ada spanduk bertuliskan) 'ayam goreng, pesen satu dapat satu free’, Kenapa harus besar-besar sih? Turis dateng nggak mau lihat spanduk. Bogor itu dulu kota paling indah. Bung Karno (Presiden pertama RI Soekarno) lebih senang di Bogor daripada di Jakarta,” kata Prabowo.
Karena itu, Prabowo meminta jajarannya untuk melakukan penertiban terhadap baliho dan spanduk yang dinilai mengganggu keindahan kota. Dia menekankan pentingnya pendekatan dialog dengan para pelaku usaha.
Prabowo meminta aparat pemerintah daerah berkomunikasi dengan pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), serta asosiasi pengusaha lainnya untuk duduk bersama membahas langkah penertiban.
Presiden menegaskan, jalan-jalan protokol seharusnya bersih dari iklan yang mengganggu estetika kota. Selain itu, dia juga menyoroti persoalan kabel listrik yang semrawut dan perlu ditata dengan lebih baik.
"Orang ke Bali ingin lihat Bali. Dia tidak ingin melihat (spanduk) Kentucky Fried Chicken besar-besar. (Spanduk) McDonald’s di jalan-jalan protokol. Ditertibkanlah, ajak bicara baik-baik,” katanya.
Editor: Reza Fajri