Prabowo Singgung soal Sampah di Rakornas Kepala Daerah, Minta Budaya Kebersihan Digalakkan
BOGOR, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto memberi penekanan soal penanganan sampah di depan seluruh kepala daerah saat memberikan taklimat pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). Menurutnya, jika tak ditangani serius, persoalan sampah ini akan mengganggu sektor pariwisata di Indonesia.
Apalagi, pariwisata menjadi salah satu penyerap lapangan kerja paling banyak. Selain itu, penyiapannya juga paling murah dibandingkan dengan sektor lain.
Sepanjang 2025, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 15,39 juta kunjungan atau meningkat 10,80 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Apakah turis mau datang melihat sampah? Indonesia indah. (Apakah) dia mau datang lihat kumuh? Dia mau ke Bali, pantai Bali kotor,” ucap Prabowo.
Prabowo Serukan Elite Bersatu Berantas Kemiskinan: Selamatkan dan Jaga Kekayaan Alam Kita untuk Rakyat
Prabowo menceritakan pengalamannya saat bertemu dengan para menteri hingga jenderal di Korea Selatan. Mereka berterus terang ke Prabowo jika Indonesia itu indah, tapi sekarang kondisinya kotor.
“Dia bilang, ‘your excellency, i just came from Bali. Oh, Bali so dirty now. Bali not nice.' Wah, tapi saya terima itu sebagai koreksi,” tuturnya.
Kelakar Prabowo Sempat Ambil Kacamata saat Beri Taklimat: Saya Sudah Penuhi Syarat Lansia
Prabowo lantas memerintahkan Gubernur Bali Wayan Koster, termasuk juga para kepala daerah di Bali, untuk membenahi persoalan sampah. Bali menjadi salah satu wajah pariwisata andalan di Indonesia.
Prabowo bahkan memberi sedikit tips untuk bisa menjaga kebersihan Bali. Seperti, mengajak para siswa baik di tingkat SD, SMP, hingga SMA untuk bergotong-royong membersihkan sampah.
"Apa susahnya sih? Entah hari Sabtu, hari Jumat, semua anak sekolah kumpul di pantai. Ini pantai kita, ini halaman kita. Ayo kita bersihkan rame-rame. Korve (kerja bakti)!” katanya.
Bila perlu, Prabowo melanjutkan, dia bisa mengerahkan anggota TNI, kepolisian, hingga BUMN untuk turun membersihkan tempat-tempat pariwisata.
"Dandim, Dandrem, saya perintahkan kau. Gerakan anak buahmu, korve! Tiap hari atau tiap berapa hari. Korve, korve, korve!” ucapnya diikuti teriakan para prajurit tanda mereka siap digerakkan.
Tak hanya itu, Prabowo juga ikut memerintahkan semua menteri dan kepala lembaga untuk membiasakan budaya kebersihan di lingkungan masing-masing. Minimal, ribuan aparatur sipil negara (ASN) bisa ikut menjaga agar tidak membuang sampah sembarangan.
"Kita ini sekarang harus menyatakan perang terhadap sampah. Bagaimana bupati, wali kota? Ini untuk rakyat kita. Sampah itu bencana, sampah itu penyakit,” tuturnya.
Dalam momen tersebut Kepala Negara mengingatkan seluruh kepala daerah dan pemimpin di berbagai tingkatan untuk tidak menyerah dalam upaya menghilangkan kemiskinan di Indonesia. Prabowo menekankan bahwa kekayaan alam bangsa sangat melimpah, namun pengelolaannya oleh para elite masih belum optimal.
“Kekayaan kita sangat banyak, tapi terus terang saja bahwa unsur pimpinan di semua tingkat, unsur elite akademis, para profesor, elite politik, elite tentara, polisi, para pimpinan yudikatif, kita harus akui bahwa elite Indonesia masih kurang dalam tugasnya menjaga dan mengelola kekayaan bangsa Indonesia,” ujarnya.
Prabowo menggugah seluruh pemimpin untuk membulatkan tekad membenahi diri, lingkungan, dan lingkaran masing-masing. Kepala Negara menyerukan persatuan lintas partai dan menghapus sekat-sekat permusuhan masa lalu yang tidak lagi relevan.
"Mari kita bertekad menyelamatkan dan menjaga kekayaan alam kita untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat. Mari kita bersatu, tidak ada urusan saudara berasal dari partai mana. Jangan kita terlibat dalam sekat-sekat yang timbul karena sejarah. Kita belajar dari sejarah," tuturnya.
Prabowo juga menolak sikap ragu-ragu dan pesimistis dalam menghadapi tantangan kemiskinan.
“Kita harus bersatu berjuang menghilangkan kemiskinan bangsa Indonesia. Kita tidak boleh menyerah, kita tidak boleh mengatakan ‘Apa bisa? Apa mampu?’ Selalu menimbulkan keraguan,” ujarnya.
Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh menyerah sebelum bertanding, karena kemiskinan yang masih tinggi tidak bisa diterima mengingat potensi kekayaan yang dimiliki bangsa.
Editor: Aditya Pratama