Prabowo soal Perundingan Tarif Dagang RI-AS: Kita Telah Capai Kesepakatan yang Solid
JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto akan segera menandatangani perjanjian tarif dagang dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Menurut Prabowo, perundingan tersebut telah mencapai kesepakatan yang solid.
“Saya berada di sini untuk menyelesaikan sebuah perjanjian perdagangan besar antara kedua negara kita. Kami telah bernegosiasi dengan sangat intens selama beberapa bulan terakhir dan saya rasa kita telah mencapai kesepakatan yang solid dalam banyak isu,” kata Prabowo di Gala Iftar Business Summit di US Chamber of Commerce, Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (18/2/2026).
Eks Menteri Pertahanan ini berharap, perjanjian perdagangan ini dapat menjadi dorongan besar bagi kemitraan dan kerja sama ekonomi AS-Indonesia yang berkelanjutan.
“Sebagaimana Anda ketahui, kita telah menandatangani beberapa perjanjian penting antara mitra Indonesia dan AS, baik antarlembaga pemerintah maupun antarperusahaan. Di antaranya adalah perjanjian implementasi sebagai tindak lanjut dari poin-poin utama yang telah disepakati antara Indonesia dan AS mengenai keseimbangan perdagangan antara kedua negara,” ujar dia.
Bikin Heboh! Karina Ranau Sahur di Makam Epy Kusnandar
Sebagai informasi, Prabowo akan meneken perjanjian tarif dagang dengan Trump di Washington, DC pada Kamis, 19 Februari 2026.
Richard Lee Bantah Laporan Doktif, Tegaskan Semua Produk Legal dan Berizin BPOM
"Rencana kalau sesuai jadwal di tanggal 19 (Februari)," kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Prasetyo menjelaskan, agenda utama Presiden Prabowo di AS adalah menghadiri pertemuan perdana Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP). Setelah agenda tersebut, akan ada penandatanganan kerja sama tarif dagang antara kedua negara.
"Agenda Bapak Presiden yang pertama adalah menghadiri undangan mengenai meeting BOP ya, Board of Peace. Kemudian juga atas koordinasi kedua negara, salah satu tambahan agendanya adalah Insya Allah akan ada penandatanganan mengenai tarif dagang dengan Pemerintah Amerika Serikat," ujarnya.
Editor: Puti Aini Yasmin