Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Diperberat: Golongkan sebagai Terorisme Ekologi
Advertisement . Scroll to see content

Prabowo Targetkan Produksi E20 dalam 2 Tahun, Siapkan Tebu jadi Bahan Baku

Kamis, 17 September 2026 - 07:36:00 WIB
Prabowo Targetkan Produksi E20 dalam 2 Tahun, Siapkan Tebu jadi Bahan Baku
Presiden Prabowo Subianto menargetkan produksi E20 dalam 2 tahun. (foto: Sekretariat Presiden)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto menargetkan produksi bahan bakar campuran etanol 20 persen atau E20 bisa terealisasi dalam dua tahun mendatang. Pemerintah menyiapkan tebu sebagai salah satu sumber utama bahan baku.

Target tersebut dibahas dalam rapat terbatas (ratas) yang dipimpin Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (16/9/2026). Dalam rapat itu, Prabowo meminta langkah konkret disiapkan, mulai dari penyediaan lahan untuk pengembangan tanaman tebu hingga pembangunan industri pengolahan etanol.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, Prabowo meminta Menteri Pertanian menyiapkan rencana kebutuhan lahan untuk mendukung target produksi E20.

“Ratas dipimpin Bapak Presiden langsung, kita membahas agar dua tahun mendatang kita sudah bisa produksi paling kurang E20. Oleh karena itu, tadi Mentan diminta menyiapkan rencana termasuk lahan dan seterusnya,” ujar Zulkifli Hasan usai mengikuti rapat.

Menurut Zulkifli, tebu menjadi bahan baku yang paling memungkinkan untuk dikembangkan dalam produksi etanol. Pemerintah pun menyiapkan sekitar 2 juta hektare lahan yang tersebar di sejumlah wilayah, mulai dari Jawa, Sumatra, Kalimantan hingga Papua.

Sementara itu, pembangunan industri pengolahan etanol akan dilakukan oleh Danantara.

“Mengonversi etanol itu yang paling memungkinkan ternyata dari tebu. Menyiapkan lahannya lebih kurang 2 juta hektare, ada yang dari luar Jawa, ada yang dari Jawa, ada dari Sumatra akan disiapkan. Kemudian Danantara yang akan membangun industrinya, dalam dua tahun kita harus bekerja keras melihat perkembangan dulu yang sekarang. Kita harus mampu untuk menghasilkan E20, kira-kira itu intinya tadi,” kata Zulkifli.

Ia menyebut hasil pembahasan menunjukkan target produksi E20 dapat dikejar dalam waktu dua tahun. Nantinya, crude oil yang digunakan di dalam negeri dapat dicampur dengan etanol hingga mencapai komposisi E20.

“Setelah kita kaji dan seterusnya dimungkinkan dalam dua tahun mendatang crude oil kita sudah bisa dicampur dengan E20 itu, dalam dua tahun. Memang yang menjadi titik bottleneck adalah lahan. Tapi setelah dibahas tadi ada dari Kalimantan, ada dari Sumatra, ada dari Jawa, dan ada dari Papua,” ujarnya.

Kebutuhan etanol untuk E20, lanjut Zulkifli, akan dipenuhi dari produksi dalam negeri. Pemerintah juga menyiapkan pengembangan secara bertahap menuju tingkat pencampuran etanol yang lebih tinggi dalam jangka panjang.

“E20 dalam negeri semuanya. Bertahap kita akan menuju E50, seperti B50. Tapi yang pertama ini E20, jangka panjang akan menuju E50,” ujar Menko Pangan,” tutur Zulkifli.

Terkait ketersediaan lahan, pemerintah telah memetakan sejumlah wilayah yang dinilai berpotensi untuk pengembangan tanaman tebu.

Menurutnya, pemilihan tebu dilakukan setelah pemerintah mempertimbangkan komoditas lain seperti jagung dan singkong. Kedua komoditas tersebut dinilai memiliki tantangan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku etanol dalam skala besar.

“Lahan, lahan yang ada. Karena kan tebu itu tidak semua daerah cocok ya. Tadi sudah dihitung kalau jagung nggak mungkin, nggak masuk hitungannya. Ya kemudian singkong, singkong juga dihitung-hitung itu tidak mudah. Tidak mudah panennya dan seterusnya karena tidak bisa mekanisasi. Ketemu tebu,” ujar Zulkifli.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut