Prabowo Tegaskan RI Jalankan Politik Luar Negeri Bebas dan Aktif: Seribu Teman Terlalu Sedikit
JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan bahwa seribu teman terlalu sedikit dan satu musuh terlalu banyak saat tampil satu panggung dengan Presiden RusiaVladimir Putin dalam acara Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).
Dalam pidatonya sebagai tamu kehormatan utama, Prabowo menegaskan, Indonesia tetap menjalankan politik luar negeri bebas dan aktif. Menurutnya, Indonesia ingin membangun kerja sama dengan berbagai negara tanpa bergabung dalam aliansi militer.
“Indonesia bekerja ke timur, barat, utara, dan selatan sebagai mitra yang berdaulat dan setara,” ucap Prabowo.
Prabowo kemudian mengutip pepatah yang menurutnya dikenal masyarakat Rusia. Pepatah tersebut menggambarkan pentingnya memiliki banyak sahabat dan menghindari permusuhan.
“Bagi kami, seribu teman masih terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak,” kata dia.
Prabowo mengatakan, Indonesia dan Rusia telah menjadi sahabat selama beberapa dekade. Menurutnya, hubungan tersebut perlu terus dikembangkan melalui kerja sama nyata di berbagai bidang.
“Kami datang ke St Petersburg untuk menjalin persahabatan, dan kini kami datang ke Vladivostok untuk mengubah persahabatan tersebut menjadi hasil yang pragmatis,” ucapnya.
Dia juga menekankan pentingnya membangun jembatan kerja sama di tengah dunia yang semakin terfragmentasi. Menurut Prabowo, Indonesia memilih memperkuat konektivitas dan kemitraan dibandingkan membangun sekat dengan negara lain.
“Biarlah dikatakan tentang forum ini bahwa pada saat sebagian pihak lain sedang membangun tembok, kita membangun jembatan,” tuturnya.
Editor: Aditya Pratama