Prabowo Ungkap Alasan Ingin Perkuat TNI hingga ke Daerah: Kita Punya 514 Kabupaten!
JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan penguatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) diperlukan agar sistem pertahanan dan keamanan dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Dia pun menyoroti luas wilayah serta 514 kabupaten yang membutuhkan kehadiran unsur pertahanan secara lebih merata.
Prabowo menyampaikan hal tersebut dalam Program Presiden Prabowo Menjawab, dikutip Kamis (17/9/2026). Menurut dia, kondisi geografis Indonesia membuat kebutuhan akan kekuatan pertahanan tidak dapat hanya bertumpu pada jumlah satuan yang terbatas.
“Negara kita ini besar sekali. Kita punya 514 kabupaten, dan kabupaten itu besar. Bukan kabupaten yang kecil-kecil, kabupaten itu besar,” ujarnya.
Eks Menteri Pertahanan ini kemudian menyoroti jumlah batalion yang tersedia dibandingkan dengan jumlah kabupaten. Jika satu batalion ditempatkan di setiap kabupaten, menurut dia, masih ada lebih dari 360 kabupaten yang belum memiliki kehadiran satuan TNI.
Keterbatasan tersebut, kata Prabowo, juga berkaitan dengan pengawasan terhadap kekayaan alam yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
“Padahal di situ ada kekayaan kita. Karena itulah, selama sekian puluh tahun, terjadilah illegal logging, illegal mining, kebun-kebun liar,” ungkapnya.
Dia juga mencontohkan perkebunan kelapa sawit yang berada di kawasan hutan lindung. Menurut Prabowo, kondisi tersebut dapat berlangsung selama bertahun-tahun tanpa penindakan.
Selain jumlah dan sebaran satuan, Prabowo menyinggung anggaran pertahanan Indonesia. Dia mengatakan anggaran pertahanan masih berada di bawah 2 persen dari produk domestik bruto (PDB), meskipun pemerintah telah meningkatkan alokasinya.
“Anggaran kita termasuk paling kecil di ASEAN. Walaupun kita sudah menaikkan seperti itu, tidak sampai 2 persen dari GDP kita,” tegasnya.
Prabowo menyebut belanja pertahanan Indonesia selama beberapa dekade berada di kisaran 0,9 persen PDB. Sebagai perbandingan, dia menyebut Singapura mengalokasikan anggaran pertahanan lebih dari 3 persen PDB.
“Jadi, kalau menurut saya, sistem kita, sistem hankam yang merata, membutuhkan kehadiran unsur-unsur pertahanan yang cukup kuat,” pungkasnya.
Editor: Puti Aini Yasmin