Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pramono Ingin Tertibkan Trotoar di Jakarta, Tak Mau Rapi hanya saat Presiden Lewat
Advertisement . Scroll to see content

Pramono Anung Klarifikasi Klaim Dukungan Jokowi ke Khofifah

Selasa, 26 Juni 2018 - 19:58:00 WIB
Pramono Anung Klarifikasi Klaim Dukungan Jokowi ke Khofifah
Sekretaris Kabinet Pramono Anung. (Foto: SINDOnews)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Setelah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), pihak Istana juga mengklarifikasi pernyataan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto soal klaim dukungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap Khofifah Indar Parawansa dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur (Jatim).

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, pernyataan Airlangga yang menyebutkan Presiden Jokowi mendukung Khofifah di Pilkada Jatim tidak benar. Pramono menegaskan, Presiden Jokowi tidak mendukung calon tertentu dalam Pilkada Serentak 2018. Presiden dipastikan netral dalam pilkada meski kerap kali bertemu dengan kader PDIP.

“Dalam kesempatan ini, tadi saya bertiga dengan Presiden dan Mensesneg ingin mengklarifikasi apa yang disampaikan oleh salah satu ketua umum partai di mana presiden sebagai kepala negara, kepala pemerintahan, memerintahkan Ketua Umum Partai Golkar untuk memenangkan Ibu Khofifah,” kata mantan Sekjen DPP PDIP ini usai rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (26/6/2018).

Pramono mengatakan Presiden Jokowi tidak pernah menugaskan Airlangga yang juga Menteri Perindustrian itu untuk memenangkan calon gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Menurut dia, informasi tersebut harus diklarifikasi agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran khususnya bagi masyarakat Jawa Timur.

“Itu sama sekali tidak benar, tidak pernah ada penugasan oleh Presiden kepada siapa pun karena Presiden harus netral. Sekali lagi, Presiden harus netral walaupun secara pribadi tentunya Presiden mempunyai kedekatan dengan keluarga Bung Karno. Itu adalah kedekatan secara pribadi dan pertemuan Presiden dengan misalnya dengan Puti, Mas Djarot, Ganjar adalah dalam kapasitas sebagai pribadi,” katanya.

Diketahui, PDIP mengusung pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno sementara Golkar mendukung Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak. “Jadi itu yang ingin kami sampaikan karena besok mau pilkada. Ini kan simpang siur, seakan-akan ada penugasan dari Presiden untuk memenangkan calon tertentu. Kami tegaskan tidak ada,” kata Pramono.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PDIP Ahmad Basarah juga membantah pernyataan Airlangga mengenai klaim dukungan Presiden Jokowi kepada Khofifah di Pilgub Jatim. Basarah yakin Jokowi sampai saat ini sangat menghormati Bung Karno, Megawati dan Guntur Soekarno yang merupakan ayah Puti. Jadi tidak mungkin Jokowi tidak mendukung Puti dalam Pilgub Jatim.

"Pada waktu Puti belum diputuskan sebagai Cawagub Jawa Timur mungkin saja Jokowi tidak mendukung Gus Ipul dan Azwar Anas. Oleh karena itu seharusnya Airlangga meminta penjelasan ulang kepada Jokowi tentang siapa sebenarnya yang beliau dukung," katanya.

Editor: Azhar Azis

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut