Profil Letjen Richard Tampubolon, Anak Wartawan yang Jadi Kasum TNI
JAKARTA, iNews.id - Pangkogabwilhan III Letjen Richard TH Tampubolon dirotasi menjadi Kepala Staf Umum (Kasum) TNI. Richard menggantikan Letjen Bambang Ismawan yang memasuki masa pensiun.
Adapun rotasi itu tertuang dalam Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/851/VII/2024 tertanggal 24 Juli 2024.
Richard merupakan abituren atau lulusan Akademi Militer 1992 dari kecabangan infanteri. Kariernya banyak dihabiskan di Korps Baret Merah.
Lulus dari Lembah Tidar, Magelang, putra Batak itu mengabdi sebagai Pabandya Lid Sintel Makopassus. Selanjutnya ditunjuk sebagai Danyon 11/Grup 1/Kopassus, Wadangrup 2 Kopassus, Asintel Danjen Kopassus (2014), Dangrup 2 Kopassus (2014-2015) serta Dangrup 3 Kopassus (2015-2015).
Dia mulai keluar dari markas Korps Baret Merah itu setelah dipercaya sebagai Danrindam VI/ Mulawarman (2016) dan Danrem 023/Kawal Samudera (2016-2017). Dia juga pernah menjabat Wadanjen Kopassus.
Kariernya terus menanjak. Dia pernah menjabat Kasdam VI/Mulawarman (2018-2019), Kaskogabwilhan I (2019—2020), Dankoopssus TNI (2020—2021), Pangdam XVI/Pattimura (2021—2022), dan Irjenad (2022—2023).
Richard merupakan putra almarhum Mula Jadi Tampubolon, seorang tokoh masyarakat Sumatera Selatan. Mula Jadi merantau dari kampung kelahirannya di Balige, Sumatera Utara ke Palembang.
Mula Jadi dikenal sebagai salah satu sosok dihormati warga Sumsel. Dia pernah menjadi wartawan, politikus hingga pengusaha sukses. Mula Jadi juga tercatat pernah menjadi ketua Komisi Tinju Indonesia Sumsel.
Richard Tampubolon juga memiliki saudara kandung yang berkarier di militer. Adiknya, Benny Tampubolon bertugas di Kodam II Sriwijaya.
Richard memimpin Operasi Gabungan Khusus Tricakti. Pasukan elite TNI itu menembak mati dua terduga teroris jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Ali Kalora di Poso dan Parigi Moutong.
Richard menuturkan, penembakan terjadi di Pegunungan Tokasa, Desa Tanah Lanto, Kecamatan Torue, Kabupaten Parimo, Provinsi Sulawesi Tengah, Minggu (11/7/2021). Tim Tricakti yang dipimpin Lettu Infanteri David Manurung dari Kopassus berhasil menyusup ke lokasi persembunyian.
Menurut Richard, unit kecil itu berkekuatan 5 orang. Mereka menembus hutan lebat dan melalui medan sulit untuk sampai pada persembunyian kelompok terduga teroris itu.
Tim Tricakti berhasil mendekati camp kelompok teroris MIT secara senyap dan penuh kerahasiaan, bahkan seluruh anggota Tim harus merayap ke sasaran sejauh 500 meter sejak pukul 22.00 Wita tadi malam sampai dengan penyergapan pukul 03.00 Wita,” kata Richard.
Dia menjelaskan, pada jarak 5 meter dari posisi pengintaian Tricakti, terlihat camp teroris MIT agak samar karena kondisi cuaca gelap disertai hujan. Lima teroris MIT Poso saat itu dalam posisi sedang istirahat.
Setelah diyakini benar, Dantim Tricakti 2 Lettu Inf David Manurung langsung memberikan perintah untuk membuka tembakan guna melumpuhkan kelompok MIT tersebut.
“Dengan tewasnya dua orang tersebut (Rukli dan Ahmad Panjang) diduga ada juga yang melarikan diri,” ujarnya
Editor: Faieq Hidayat