Profil Lodewijk Paulus, Jenderal Kopassus yang Kini Jadi Wakil Ketua DPR
JAKARTA, iNews.id - Sekjen Partai Golkar Lodewijk F Paulus menggantikan Azis Syamsuddin sebagai Wakil Ketua DPR. Surat permohonan pergantian sudah diterima pimpinan DPR pada hari ini Rabu (29/9/2021).
"Rapat pleno Golkar menunjuk Lodewijk Paulus sebagai pengganti Azis Syamsuddin," kata Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Rabu (29/9/2021).
Lodewijk saat ini juga menjadi anggota Komisi I DPR. Azis Syamsuddin digantikan Lodewijk karena ditetapkan sebagai tersangka kasus suap oleh KPK.
Airlangga menjelaskan, penunjukkan Lodewijk ini sudah dikomunikasikan dengan seluruh senior-senior Partai Golkar. Pembahasan itu sudah berproses cukup lama dengan para senior di Golkar, mulai dari Aburizal Bakrie (Ical) sampai dengan Luhut Binsar Pandjaitan.
"Jadi, sudah pembahasan dengan pak Ketua Dewan Pembina Pak Aburizal Bakrie, Ketua Dewan Pakar Pak Agung Laksono, Ketua Dewan Kehormatan Bapak Akbar Tanjung, dan juga Penasehat Luhut Binsar Pandjaitan," ungkapnya.
Nama Lodewijk akan dibahas pada rapat paripurna untuk disetujui menjadi Wakil Ketua DPR pada Kamis besok (30/9/2021).
Lalu siapa sosok Lodewijk Paulus?
Pria kelahiran Manado itu lulusan akademi militer 1981. Dia awal karir militernya dimulai sebagai Danton Kopassandha pada 1981.
Ketika berpangkat Mayor, Lodewijk menjabat Dan Yon-22 Grup Kopassus pada 1996. Dia menghabiskan karirnya di Baret Merah atau Kopassus.
Pada tahun 1997, dia menjabat Waasops Danjen Kopassus, Asops Danjen Kopassus dan Grup 5/Kopassus pada 2000. Saat berpangkat Letkol, dia menjadi komandan Satuan 81 Kopassus memimpin prajurit terbaik TNI.
Pada tahun 2009 lalu, dia menjabat Danjen Kopassus. Tiga tahun kemudian dia menjabat Pangdam I/Bukit Barisan.
Di akhir karir militernya berpangkat Letjen TNI menjabat Dankodiklat TNI AD pada 2013.
Usai pensiun dari militer, dia masuk Partai Golkar. Dia menjabat Ketua Koordinator Bidang Kajian Strategis DPP Partai Golkar pada 2016–2018. Setelah itu, dia terpilih sebagai Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar pada 2018 hingga saat ini.
Editor: Faieq Hidayat