Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hantavirus Bukan Virus Baru, Prof Tjandra Beberkan Faktanya!
Advertisement . Scroll to see content

Publik Khawatir Hantavirus Jadi Pandemi Jilid 2, Begini Kata Dokter

Sabtu, 09 Mei 2026 - 16:15:00 WIB
Publik Khawatir Hantavirus Jadi Pandemi Jilid 2, Begini Kata Dokter
Dokter Camoya Gersom menyinggung langsung kekhawatiran masyarakat soal pandemi jilid 2. (Foto: Ilustrasi/AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Ramainya pembahasan soal hantavirus di media sosial memunculkan kekhawatiran publik akan munculnya pandemi baru seperti Covid-19. Menanggapi hal itu, dokter spesialis penyakit dalam dr Camoya Gersom memberikan penjelasan terkait hantavirus melalui akun Threads miliknya @doktercamo.

Dalam unggahannya, dr Camoya menyinggung langsung kekhawatiran masyarakat soal pandemi jilid 2. Dalam penjelasannya, DIa menegaskan hantavirus berbeda dengan Covid-19.

“Lagi rame soal hantavirus. Jadi apakah bahaya? Konspirasi? Bakal kayak Covid jilid 2?” tulisnya.

Menurut dr Camoya, virus tersebut bukan virus baru dan cara penularannya juga tidak sama dengan Covid-19. Dia menjelaskan hantavirus biasanya berasal dari tikus liar, terutama melalui urin, kotoran, maupun debu yang terkontaminasi. 

Risiko paparannya meningkat saat membersihkan gudang lama, ruangan tertutup berdebu, atau area dengan infestasi tikus. Dokter Camoya juga menjelaskan, meskipun kasusnya relatif jarang, namun hantavirus tetap perlu diwaspadai.

Sebab, pada beberapa kasus, hantavirus dapat menyerang paru-paru dan memicu gangguan pernapasan berat. Sebab itu, dia mengimbau masyarakat untuk fokus pada langkah pencegahan dibanding terpancing ketakutan berlebihan soal potensi pandemi baru.

Beberapa langkah yang disarankan dan dapat dilakukan untuk menghindari virus ini, antara lain menggunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan area kotor.

Menghindari menyapu debu kering sembarangan, dan menjaga kebersihan lingkungan agar bebas dari tikus.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk segera memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami gejala, seperti demam, batuk, sesak napas, hingga lemas berat setelah terpapar lingkungan berisiko.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut