Purbaya Ajak Investor Investasi di Indonesia: Jangan Takut, Nanti Menyesal
JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengajak investor untuk tetap percaya diri menanamkan modal di Indonesia. Dia menilai, prospek ekonomi nasional masih sangat kuat.
Adapun, salah satu indikator dari cerahnya ekonomi Indonesia adalah kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
“Kalau Anda investor suka bermain di pasar saham, jangan takut walaupun kemarin turun pasti naik lagi. Karena pada dasarnya IHSG adalah arah ekonomi kita,” ucap Purbaya dalam acara Indonesia Fiscal Forum (IFF) 2026, Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Dia mengingatkan bahwa target-target IHSG yang dahulu dianggap terlalu optimistis, kini mulai terbukti. Bahkan, dia menyebut potensi kenaikan IHSG dalam jangka panjang masih sangat besar.
Purbaya bakal Evaluasi Seluruh Program Pemerintah Imbas Defisit APBN Tembus 2,92 Persen
Purbaya menceritakan pengalamannya saat pernah menyampaikan proyeksi IHSG ke level 9.000, yang kala itu banyak pihak yang meragukan dan bahkan menertawakannya. Namun, kenyataannya IHSG sudah sempat menembus level tersebut.
Hal serupa juga terjadi ketika dia menyebut dalam satu siklus 10 tahun, IHSG berpotensi naik hingga empat kali lipat dari level saat ini.
Purbaya Ancam bakal Copot Pejabat Bea Cukai Selain Dirjen, Ini Alasannya
“Kalau sekarang di 8.000-an ya 32.000 itu. Lebih diketawain juga. Tapi Anda boleh ngetawain, tapi jangan lupa investasi. Nanti nyesel,” tuturnya.
Purbaya menilai, pergerakan IHSG mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia yang terus membaik, sehingga investor tidak perlu ragu untuk masuk ke pasar domestik.
Dari sisi makro, Purbaya memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 akan menembus 5,5 persen. Faktor pendorongnya antara lain percepatan belanja pemerintah serta momentum Lebaran pada Maret 2026 yang akan meningkatkan konsumsi masyarakat.
“Saya ingin mendorong terus ekonomi tahun ini ke arah 6 persen dengan berbagai cara. Kalau itu terjadi, kita sudah breakout dari kutukan 5 persen,” kata Purbaya.
Dia juga menyoroti inflasi yang masih terkendali. Inflasi Desember 2025 tercatat 2,92 persen, dengan inflasi inti sekitar 2,3 persen. Bahkan tanpa komponen harga emas, inflasi berada di kisaran 1,5 persen.
“Artinya demand masih relatif rendah. Saya punya ruang untuk mendorong ekonomi lebih cepat lagi tanpa khawatir kenaikan bunga yang signifikan,” tuturnya.
Editor: Aditya Pratama