Purbaya bakal Uji Ulang Akurasi Data usai Sang Anak Masuk Desil 7
JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan menguji ratusan sampel Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) setelah muncul kejanggalan dalam penetapan kelompok kesejahteraan atau desil. Pengujian dilakukan setelah proses pemutakhiran data DTSEN 2026 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) rampung.
Rencana tersebut muncul setelah Purbaya menerima informasi mengenai ketidaksesuaian desil dalam DTSEN. Salah satu yang menjadi sorotan, anak Purbaya, Yudo Achilles Sadewa, tercatat dalam desil 7. Pada saat yang sama, seorang tukang becak disebut masuk desil 10 yang merupakan kelompok paling sejahtera.
Eks Ketua DK LPS ini mengaku belum mengetahui penyebab munculnya perbedaan tersebut. Dia juga menyebut belum mengecek metodologi yang digunakan BPS dalam proses pendataan.
"Kenapa datanya salah? Saya nggak tahu. Saya belum pernah cek dengan BPS gimana metodologinya, itu urusan mereka, mereka lebih ahli harusnya kan,” ujar Purbaya saat berbincang dengan awak media di Jakarta, Selasa (8/9/2026).
Menurut Purbaya, akurasi penetapan desil menjadi hal penting karena DTSEN akan menjadi salah satu acuan dalam penyaluran program bantuan pemerintah. Kesalahan dalam pengelompokan data dapat memengaruhi ketepatan sasaran program perlindungan sosial.Dia juga menyoroti laporan mengenai data desil yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi penerima.
“Apalagi katanya anak saya desil 7, yang tukang becak ada desil 10. Kan nggak benar itu. Nanti saya cek lagi,” tegas Purbaya.
Untuk menguji tingkat akurasi data, Purbaya berencana menerjunkan tim setelah proses pemutakhiran DTSEN selesai. Tim tersebut akan memeriksa beberapa ratus sampel data secara langsung.
Hasil pengujian nantinya akan menjadi bahan evaluasi. Jika ditemukan banyak keteledoran atau ketidaksesuaian signifikan, Purbaya akan mendorong BPS melakukan evaluasi dan memperbaiki metodologi pendataan.
Editor: Puti Aini Yasmin