Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bos BEI Mundur usai IHSG Babak Belur, Purbaya: Saatnya Serok-Serok!
Advertisement . Scroll to see content

Purbaya Pede Ekonomi RI Tumbuh 6 Persen, bakal Minta Traktir Prabowo

Minggu, 01 Februari 2026 - 08:50:00 WIB
Purbaya Pede Ekonomi RI Tumbuh 6 Persen, bakal Minta Traktir Prabowo
Menku Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.idMenteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memasang target optimistis bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2026. Meski Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mematok 5,4 persen, Purbaya percaya diri mampu mendorong angka tersebut hingga 6 persen.

Saking yakinnya, Purbaya akan meminta hadiah kepada Presiden Prabowo Subianto jika target ambisius tersebut benar-benar terealisasi di akhir tahun.

"Kalau di APBN 5,4 persen, saya akan dorong ke 6 persen. Kalau dapat 6 persen saya akan minta hadiah ke presiden," ujar Purbaya di Wisma Danantara, Jakarta, dikutip Minggu (1/2/2026).

Sembari berkelakar, dia mengungkapkan hadiah yang akan diminta berupa traktir dari Prabowo.

"(Hadiah) traktirlah," ujar dia.

Untuk mencapai target tersebut, Purbaya telah menyiapkan rangkaian strategi fiskal dan koordinasi antarlembaga. Fokus utamanya adalah mempercepat penyerapan anggaran di awal tahun agar dampak ekonominya segera terasa di masyarakat.

Selain itu, dia menekankan pentingnya keselarasan antara kebijakan fiskal yang dikelola kementeriannya dengan kebijakan moneter dari bank sentral, tanpa mencederai independensi masing-masing lembaga.

"Upayanya ya fiskal dibelanjakan dengan cepat di awal tahun dan mulai jalan, terus kami sinkron kebijakan moneter lebih baik. Dengan moneter ya, bukan saya intervensi ya," tutur Purbaya.

Purbaya memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025 berada di level 5,45 persen, yang akan membawa capaian sepanjang 2025 mendekati angka 5,2 persen.

Data resmi mengenai performa ekonomi tahun lalu tersebut rencananya akan dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada 5 Februari 2026 mendatang.

Guna menjaga momentum pertumbuhan tahun ini, Purbaya berjanji akan menyisir berbagai aturan yang dianggap menghambat dunia usaha. Langkah ini diyakini menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan investor lokal mau pun asing.

"Nanti peraturan-peraturan yang mengganggu kita akan deteksi dan kita akan perbaiki secepatnya. Jadi itu saja sudah cukup untuk tumbuh 6 persen atau lebih," ujar Purbaya.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut