Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bertemu Prabowo, Chatib Basri Ingatkan Risiko Kenaikan Harga akibat Rupiah Melemah
Advertisement . Scroll to see content

Purbaya Targetkan Rupiah Menguat Bertahap pada Semester II 2026

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:39:00 WIB
Purbaya Targetkan Rupiah Menguat Bertahap pada Semester II 2026
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (10/6/2026). (Foto: Dok. Humas Kemenkeu)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memprediksi nilai tukar rupiah merangkak naik dan menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) secara bertahap pada paruh kedua tahun ini. 

Adapun, dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) yang menjadi pilar pendahuluan penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027, nilai tukar rupiah dipatok bergerak stabil pada rentang Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS.

"Rupiah akan kembali menguat secara bertahap pada semester II 2026," ujar Purbaya dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Purbaya menerangkan, runtuhnya keperkasaan rupiah dalam beberapa waktu terakhir merupakan imbas dari kombinasi tiga faktor utama. 

Faktor tersebut meliputi guncangan sentimen global yang memicu kondisi menghindari risiko (risk-off) di pasar finansial internasional, serta adanya defisit tekanan dari pos transaksi berjalan (current account) dan transaksi finansial di dalam negeri.

Meski demikian, Bendahara Negara meyakini gejolak tersebut dapat dinetralisasi melalui komitmen bauran kebijakan terintegrasi antar-otoritas serta penataan ulang regulasi arus modal masuk.

"Pemerintah optimis dengan sinergi dan koordinasi yang lebih solid antara kebijakan fiskal, moneter dan sektor keuangan, disertai dengan perbaikan tata kelola DHE, serta pendalaman pasar keuangan akan memperkuat pasokan valas di dalam negeri, ditambah dengan perbaikan kepercayaan investor," ucapnya.

Proyeksi penguatan jangka panjang tersebut didasarkan pada kalkulasi meredanya tensi konflik militer antara AS dan Iran di Timur Tengah, yang diharapkan dapat memicu pemulihan laju pertumbuhan ekonomi global secara menyeluruh.

"With berbagai pertimbangan tersebut, pemerintah memperkirakan rupiah di 2027 terjaga stabil pada kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS," tuturnya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut