Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Warga RI Dapat Subsidi BBM hingga MBG, Prabowo: We are Strong and Rich!
Advertisement . Scroll to see content

Purbaya Ungkap Kuota BBM Subsidi Tak Ditambah, Fokus Penyaluran Tepat Sasaran 

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:51:00 WIB
Purbaya Ungkap Kuota BBM Subsidi Tak Ditambah, Fokus Penyaluran Tepat Sasaran 
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Anggie Ariesta)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah tidak berencana menambah kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Pemerintah saat ini memilih fokus memperketat penyaluran agar subsidi tepat sasaran dan konsumsi tetap terkendali.

"Tidak, yang kita pastikan subsidi tepat sasaran sehingga bisa terkendali volumenya itu. Nanti kalau itu kita tunggu si Pertamina mau ngusulin apa, hal-hal yang lain ya saya akan lihat nanti," kata Purbaya usai bertemu Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri di Jakarta, Jumat (24/7/2026).

Purbaya juga memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap kuat meski harga minyak dunia sempat menyentuh level 100 dolar AS per barel. Menurutnya, asumsi tersebut sudah diperhitungkan dalam penyusunan APBN sehingga pemerintah tidak menghadapi situasi yang benar-benar baru.

"Berarti kan berbalik seperti sebelumnya kan, kita asumsikan kan 100, berarti keadaannya bukan berarti hal yang baru untuk kita, jadi bisa kita adjust lagi nanti. Anggarannya seperti sebelumnya, jadi enggak kaget lah," ujarnya.

Meski demikian, kenaikan harga minyak membuat ruang fiskal pemerintah menjadi lebih terbatas, terutama untuk menambah alokasi belanja bagi kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah.

"Masih (kuat). Tapi tadinya kan begini ketika harga minyak turun saya pikir saya ada ruang untuk menambah belanja ke daerah dan lain-lain ya. Masuk kementerian lembaga, artinya sekarang kalau balik lagi ke situ ya ruangnya semakin terbatas saja. Tapi enggak membahayakan APBN sendiri, karena ini bukan keadaan baru kan," katanya.

Purbaya menegaskan, stimulus ekonomi Semester II 2026 juga telah disusun dengan asumsi harga minyak di kisaran 100 dolar AS per barel sehingga tidak memerlukan perubahan signifikan.

"Waktu stimulus kemarin dilakukan kan dengan asumsi harga minyak 100 juga, jadi nggak ada perubahan signifikan. Cuma yang mau saya tambahin ke beberapa kementerian lembaga maupun ke daerah mungkin enggak seluasa sebelum itu," jelasnya.

Dia menambahkan, pemerintah akan tetap menjaga keterjangkauan harga BBM bersubsidi, sedangkan harga BBM nonsubsidi mengikuti mekanisme pasar.

"BBM non-subsidi kan emang gak disubsidi kan, kalau yang subsidi akan kita jaga terus," tegas Purbaya.

Saat ini, Kementerian Keuangan bersama kementerian dan lembaga terkait tengah menyiapkan berbagai simulasi anggaran sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat kabinet.

"Cuman kemarin waktu di rapat Kabinet, Presiden meminta kami melakukan simulasi untuk harga minyak dengan stimulus yang berbeda. Bukan 100 saja atau lebih jadi gimana kita anggarannya jadi kita sedang hitung tadi," pungkasnya.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut